sedekah-membabi-buta-front-cover-5Judul: Sedekah Membabi Buta, Sedekah yang Bukan Biasa-Biasa Saja, Melainkan Luar Biasa

Penulis: Edi Sutisna

Jumlah halaman: 364 halaman

Penerbit: Zahira

Tahun Terbit: 2013

 

Banyak ulama dan ustadz yang telah menulis kedahsyatan manfaat sedekah. Biasanya landasan dalil yang digunakan dalam mengungkap makna sedekah adalah QS AL-Baqarah ayat 261 yang menyebutkan bahwa perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah SWT adalah bagaikan dengan sebutir benih yang menumbuhkan 7 bulir, dan pada setiap bulir akan menghasilkan seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Buku karya Edi Sutisna ini berusaha memotivasi pembaca untuk menjadikan sedekah sebagai sarana menjalin kedekatan dengan Allah, yang akan membawa keberkahan dan jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi.  Kisah-kisah yang diceritakan di buku ini adalah pengalaman Edi sendiri yang selama ini aktif bersedekah maupun menggerakkan orang-orang lain untuk bersedekah melalui Clup Pencinta Al Quran yang didirikannya.

Edi mengingatkan,

Berharaplah hanya kepada Allah, sebaik-baik tempat berharap (jangan berharap kepada selain Allah, jangan berharap kepada makhluk, jangan berharap kepada manusia, jangan berharap kepada benda) karena selain Allah bukanlah tempat berharap, melainkan benda ciptaan Allah.

Jadikanlah Allah tujuan utama kita, yang lain hanyalah selingan buat kita. Penuhi dada ini dengan Allah. Tikam hantung kita dengan Allah. Alirkan allah ke seluruh pembuluh darah dan nadi keita, alirkan Allah ke setiap inci sel-sel kita, hadirkan Allah di setiap hidup dan langkah kita (total) [halaman 2]

Buku ini ditulis seolah sedang ngobrol dengan pembaca. Edi bahkan tidak menggunakan cara-cara penulisan sesuai aturan EYD, dan seolah-olah sedang menuliskan curhat (curahan hati) dalam sebuah diary. Namun mungkin inilah yang menjadi kekuatan buku ini. Pembaca tidak diajak mengerutkan kening dan berlelah-lelah menganalisis, melainkan diajak untuk bicara dengan hati sendiri.

Misalnya, mengomentari kegalauan para jomblo (single, belum menikah), Edi memberi analogi hubungan antara ibu dan anak. Bila seorang anak sangat berbakti pada ibu, rajin melakukan berbagai kebaikan, menaati perintah dan aturan ibu, pastilah sang ibu akan sangat sayang kepada anaknya. Sangat mungkin, apapun yang diminta sang anak akan dikabulkan sang ibu. Begitu juga, para bujangan yang ingin jodoh hendaknya meminta kepada Allah dengan cara mengambil ‘hati’ Allah semaksimal  mungkin, termasuk melalui sedekah.

Subhanallah…, Allahu akbar…. “seorang ibu dapat menghargai usaha anaknya”, seorang makhluk diberi rasa kepada makhluk lain…, bagaimana dengan Allah?? Allah lah yang Maha Menghargai setiap usaha makhluk-makhluk-Nya yang ia ciptakan…, karena Allah yang menciptakan kita, tentu saja Allah lah yang paling mengetahui dan paling menghargai diri ini dari siapapun….

Tidak usah berpanjang lebar dan berbasa basi lagi…, coba saja buktikan sendiri 1 minggu aja deh, 1 bulan aja deh… pasti kerasa banget… lebih-lebih lagi kita konsisten kepada Allah seumur hidup kita, nurut sama Allah, jalankan semua perintah Allah… sukur-sukur sebelum Allah nyuruh kita udah melaksanakan dan siap sedia (kan ilustrasi diatas gitu klo pengen cepet dapet maenan mobil-mobilan)… loh maksudnya gimana ini?

Begini maksudnya.., kan sudah pasti tuh setiap waktu kita disuruh, allah memerintahkan sholat 5 waktu…, nah sebelum Allah nyuruh kita udah standby, sebelum Allah manggil kita untuk sholat nah kita udah standby di masjid…, pas Allah bilang “hayya ala sholat…!!” ayo kita sholat!!, kita jawab :”saya udah disini dari tadi ya Allah..!!, di masjid ini dari tadi loh!! he2… mantep kan??

Bagaimana ceritanya jika kita mentokin beribadah ke Allah, maksudnya gini…, selain yang wajib-wajib kita kerjakan tepat waktu…, nah yang sunnah-sunnah pun kita tidak mau ketinggalan…, seperti sholat tahajud, dhuha, membaca al-quran, puasa senin kamis/daud, sedekah, membantu orang yang kesusahan…., dan melakukan apapun yang Allah sukai…. hasilnya apa?? subhanallah… tak heran baginda Rasulullah saw Allah jadikan makhluk termulia dari semua makhluk…, tak heran Allah sendiri yang menawari Rasulullah saw menjadi seorang raja yang akan dilimpahi harta yang berlimpah, tak heran Allah menawari suatu gunung yang akan dijadikan emas untuk Rasulullah saw…. subhanallah…, Allahu Akbar… [halaman 278-279]

Tentu saja, sedekah yang ‘ampuh’ adalah sedekah yang ikhlas. Seperti ditulis Edi, “Murnikan kembali niat ini hanya karena Allah dan tidak mengharap apapun selain Allah.” (Fatma/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL