LiputanIslam.com – Masih ingatkah Anda dengan Syeikh Adnan al-Arour? ‘Ulama’ pendukung pemberontak Suriah ini pernah mengeluarkan pernyataan kontroversial di awal-awal konflik. Dengan penuh kebencian, ia menyatakan bahwa kaum Alawite di Suriah harus dibunuh, dicincang dan dilemparkan kepada anjing.

Kini, konflik Suriah telah memasuki tahun kelima. Namun propaganda di media belum juga reda. Stasiun televisi Al-Jazeera kembali mengobarkan isu sekterian melalui sebuah program dialog pada tanggal 8 Mei 2015 yang bertajuk ‘Do The Alawites Deserve Genocide?’

Acara dimulai dengan sebuah narasi pembuka yang sangat provokatif oleh Faisal Qassim. Ia berucap, “Allah tidak akan mengampuni siapapun yang menunjukkan kepeduliannya terhadap Alawite, begitu teriakan dari pihak oposisi di Suriah. Siapa yang memberikan komando untuk melakukan serangan udara selain para pemimpin Alawite? Mereka adalah binatang yang bodoh. Mengapa rakyat Suriah tidak boleh merayakan kegembiraan ketika kota fasis Alawite ini berhasil dikepung?”

“Lebih dari satu juta kaum Muslimin telah kehilangan tempat tinggal. Namun adakah seorang Alawi yang kehilangan rumahnya dan mengungsi di kamp? Ketika kaum Muslim kehilangan tempat tinggal, Alawite malah minum alkohol di bar,” lanjut Faisal.

Acara tersebut menghadirkan dua orang intelektual Suriah, yaitu Maher Sherifeddine dan Abdul Messiah al Shami. Walau keduanya berasal dari Suriah, namun sikap mereka dalam memandang konflik Suriah sangat bertolak belakang.

Berikut ini rangkuman dialognya:

Faisal Qassim: Ini adalah hasil polling (jajak pendapat) yang kami adakan. Kami bertanya, “Mungkinkah Alawite akan melakukan genosida terhadap kaumnya sendiri?”

96,2% mengatakan iya, dan 3,80% menyatakan tidak. Pemirsa menuliskan pesan kepada saya, mereka menyatakan bahwa pertanyaan ini sangatlah lemah. Seharusnya pertanyaan ini dirubah menjadi, “Haruskah kita membasmi seluruh kaum Alawite, termasuk anak-anak mereka?”

Apa yang Anda pikirkan tentang hasil polling yang berasal dari 10 juta pemirsa Al-Jazeera ini?

Maher Sherifeddine: Kami tahu tentang Alawite sebelum mereka berkuasa, mereka adalah kaum yang benar-benar miskin. Bila seorang petani Alawite bila memiliki kerbau, dan kita ingin mencurinya…maka satu-satunya cara untuk melakukan hal itu adalah setelah mereka menjadi mayat.

Hari ini Alawite melakukan hal yang sama di pemerintahan. Satu-satunya cara untuk mengambil alih kekuasaan dari mereka adalah setelah mereka menjadi mayat.

Dan saya memberikan peringatan bagi seluruh kaum Alawite untuk segera meninggalkan negara tersebut (Suriah) atau mereka semua akan dibantai.

Saat ini Alawite malah memenggal kepala penduduk dan membakar mereka hidup-hidup.

Abdul Messiah al Shami: Sekarang semuanya menjadi jelas dengan narasi pembuka yang Anda sampaikan dan komentar dari Sherif, bahwa ada suatu kampanye/ propaganda untuk mengutuk kaum Alawite…

Faisal Qasim: Alawite tidak butuh dikutuk, mereka lebih buruk daripada setan, bahkan setanpun malu terhadap mereka. Saya bersumpah demi Allah.

Abdul Messiah: Biarkan saya bicara… [kalimatnya terus dipotong]

Faisal Qassim: Jika dibandingkan dengan Alawite, maka setan itu seperti malaikat. Apakah setan yang telah membunuh rakyat Suriah?

Abdul Messiah: Tidak, sekarang jelas ada sebuah kampanye untuk mengutuk Alawite hingga mereka semua dibasmi. Sebuah narasi palsu telah disebarkan selama lima tahun hingga kini, yaitu tentang Alawite vs non Alawite.

Namun hal pertama yang harus disadari adalah bahwa bukan kaum Alawite satu-satunya yang duduk di pemerintahan ataupun militer. Pemerintahan Suriah merupakan representasi dari semua sekte-sekte yang berbeda di negara tersebut.

Dan telah jelas siapa sebenarnya yang melakukan pembunuhan ataupun memperkosa, karena mereka mendokumentasikan aksi-aksi yang mereka lakukan, dan lantas mendistribusikannya.

Dan tentu saja, tindakan yang dilakukan oleh Syrian Arab Army (SAA) atau Angkatan Darat Suriah adalah benar. Mereka mempertahankan negaranya dengan melawan teroris untuk melindungi rakyat Suriah, baik itu dari kaum Sunni, Alawite, Druze, ataupun Kristen.

Faisal Qassim: Hah, Anda berkata tentang Druze. Seluruh korban di Suriah adalah Sunni dan seluruh pembunuhnya adalah Alawite.
Pada dasarnya, merupakan hak bagi Muslim Sunni Suriah untuk mengajukan tuntutan agar kaum Alawite dibantai.

Maher Sherifeddine: Tentu saja. Ketika kita harus membunuh pasukan Senegal ataupun Maroko, maka kita bisa mengansumsikan bahwa mereka adalah Tentara Perancis, karena mereka memiliki mental Perancis.

Abdul Messiah: Lalu kenapa Anda mengatakan bahwa SAA adalah Alawite? Mengapa Anda mengatakan mereka adalah Alawite? Mereka adalah warga Suriah. Anda-lah yang sekterian. Anda takfiri.
[Maher tersudutkan oleh pernyataan Abdul, dan melihat hal itu, Faisal lantas menengahi dan mengalihkan kepada pertanyaan lain]

Faisal Qassim: Bukan itu yang menjadi subjeknya, lets move on. Pernahkah Anda melihat ada seorang Alawite di kamp pengungsi?

Abdul Messiah: Bukan disini atau disana, apakah Anda mengira..

Faisal Qassim: Mereka mengambil listrik dari rumah kami. Apakah mereka bukan anjing? Mereka adalah anjing. Alawite adalah sampah. Dan Anda bertanya mengapa kami marah?

Abdul Messiah: Pertama-tama, bukan kaum Alawite satu-satunya yang ada di Angkatan Darat Suriah. Semua orang tahu hal ini. Justru jumlah terbanyak berasal dari Muslim Sunni.

Brother, apakah Anda melakukan wajib militer? Saya melakukannya. Saya beragama Kristen. Ada banyak pemeluk Kristen yang menjadi Tentara Suriah. Mereka melayani negeri, melindungi keamanan Suriah.

Anda terus menerus mengatakan bahwa pemerintahan Suriah itu sekterian. Sayangnya, klaim ini tidak benar.

Faisal Qassim: Lantas, bagaimana pendapat Anda ketika wilayah Jisr al-Shughour dikuasai pemberontak, lalu rakyat Suriah menantikan saat-saat untuk memasuki kota Alawite untuk membantai mereka? Lalu mereka berkata bahwa Alawite harus menjadi pengungsi, harus disiksa, harus dibuat menderita, dan mereka harus dibunuh?

Abdul Messiah: Apa yang Anda katakan tidak benar. Yang masuk ke dalam Jisr al- Shughour adalah jihadis asing. Mereka berasal dari Chechnya. Mereka telah membunuh Muslim Sunni, dan bersumpah akan melakukan genosida terhadap seluruh Alawite (sambil menunjukkan dokumen).

Lihat ini. Ini adalah foto jihadis Chechnya saat masuk, dan ini adalah seorang Muslim Sunni yang dibunuh, ini adalah seorang Alawite, dan jihadis Chehnya ini adalah anggota ISIS. Hal ini telah diketahui oleh semua orang. Seluruh dunia menyaksikannya.
Mereka semua ingin membunuh Alawite, begitu juga dengan kalian berdua yang ingin membunuh seluruh Alwite.

Faisal Qassim: Please, seolah-olah Alawite adalah kaum yang baik dan selama empat puluh tahun tidak pernah melakukan kesalahan.

Abdul Messiah: Dengarkan saya. Alawite adalah salah satu kelompok masyarakat yang hidup di Suriah, sebagaimana masyarakat lainnya. Mereka memiliki hak, pandangan, ataupun opini selayaknya masyarakat Suriah lainnya, Sunni, Kristen, Druze.

Faisal Qassim: Tidak.

Abdul Messiah: Dan bila Anda berusaha untuk mengutuk Alawite maka hal itu tidak akan berpengaruh, karena rakyat Suriah mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Setelah lima tahun pertumpahan darah, rakyat Suriah telah tersadar bahwa mereka harus hidup bersama dalam satu negara.

Faisal Qassim: Bagaimana respon Anda bahwa mereka harus hidup bersama, termasuk dengan Alawite?

Maher Sherifeddine : Tidak, mereka tidak boleh melakukan rekonsiliasi dengan Alawite. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL