LiputanIslam.com — Sekretaris Jenderal Hizbullah menyatakan bahwa dalam peperangangan Hizbullah melawan terorisme Takfiri, Hizbullah akan keluar sebagai pemenang.

Seperti dilaporkan Irib Indonesia, 17 Agustus 2013, Sayyid Hasan Nasrullah dalam pidatonya di acara peringatan kemenangan Perang 33 hari mengatakan, “Tuduhan-tuduhan bahwa Hizbullah melakukan kejahatan dalam perang Suriah sama sekali tidak benar, kami terjun dalam perang Suriah di sebuah wilayah yang terbatas dan dalam aksi ini kami tidak membunuh korban luka juga tidak menghabisi tawanan. Akan tetapi pihak-pihak yang menuduh kami melakukan hal semacam ini justru terang-terangan membantai para tawanan. Kami terjun di perang Suriah dengan nilai-nilai yang kami anut dan seringkali kami mengorbankan para syuhada untuk meilindungi jiwa rakyat,” kata Nasrullah.

Lebih lanjut Sekjen Hizbullah mengutuk keras sikap stasiun televisi Al Arabiya dan Aljazeera dalam liputan-liputannya terkait peristiwa yang terjadi di kawasan. “Al Arabiya dan Aljazeera bersekongkol melawan Hizbullah, Iran, Irak dan Suriah, namun berkenaan dengan perpecahan yang terjadi di Tunisia dan Mesir, Al Arabiya mendukung satu kubu, sementara Aljazeera mendukung kubu yang lain, siapa yang akan Anda percaya, bagaimana mungkin anda mempercayai laporan-laporan mereka terkait dengan Mesir dan Suriah?” Ditambahkannya, “Sebagian media Arab dalam beberapa tahun terakhir sibuk memproduksi berita-berita palsu. Namun dunia akan menyaksikan bahwa sesungguhnya, Hizbullah hanya berperang dengan kelompok-kelompok Takfiri.”

“Sekali lagi kami katakan kepada para pembunuh, kalian tidak membela rakyat Suriah, dan jika kalian berpikir bisa memaksa kami mundur dengan membantai para wanita dan anak-anak kami serta membumihanguskan rumah-rumah kami, kalian salah besar, lebih baik kalian perhatikan pengalaman 30 tahun kami melawan rezim Zionis Israel,” tegasnya.

Sehubungan dengan insiden peledakan terbaru di Beirut, Nasrullah mengatakan, “Salah satu jawaban kami atas aksi seperti ledakan di Beirut adalah, jika kami punya seribu pasukan di Suriah, maka jumlah mereka kami jadikan dua ribu, dan jika kami punya lima ribu, maka mereka akan menjadi 10 ribu, karena kalian salah memilih lokasi untuk aksi peledakan. Jika perang melawan para teroris diwajibkan, saya sendiri dan seluruh pasukan Hizbullah akan berangkat ke Suriah untuk membela rakyat Suriah, Lebanon, Palestina, Baitul Maqdis dan poros perlawanan.”

“Tidak boleh seorangpun menganggap bahwa jika ada kelompok yang berperang dengan kami, mereka yang menentukan arah peperangan.  Karena kami-lah  yang akan menentukan nasib dan akhir peperangan. Sama halnya ketika kami selalu menang dalam peperangan menghadapi Israel, kami katakan kepada semuanya, dalam perang melawan terorisme Takfiri — kami pun akan menang,”  papar Nasrullah.

Menurutnya, pertempuran ini akan sangat beresiko bagi Hizbullah, namun apakah mereka harus  berdiam diri di rumah dan menunggu musuh datang untuk menyembelihnya bak hewan?

“Seperti semua perang yang pernah kami hadapi, kami tidak gentar untuk mati demi membela kemuliaan dan eksistensi kami. Kami adalah pemilik keyakinan, kemenangan darah atas pedang,” tandasnya. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL