LiputanIslam.com — Pemuda berwajah rupawan dalam video ini, gugur sebagai syuhada di usianya yang masih begitu muda, 25 tahun. Ia gugur saat Israel melancarkan serangan udara di Qunaitra, Golan yang menargetkan konvoy Hizbullah.

Jihad Imad Moughniyeh, adalah putra dari dari Imad Moughniyah, pejuang Hizbullah yang telah gugur syahid tahun 2008. Saat itu, Jihad Imad yang masih berusia belasan, dengan mengenakan pakaian militer berdiri di podium di hadapan ribuan pelayat.

“Kami tetap bersama Anda, dan kami akan mengikuti kemanapun Anda pergi. Kami tidak akan pernah meninggalkan medan perang, dan kami tidak akan pernah meletakkan senjata. Kami akan selalu menjawab seruan Anda, wahai Nasrallah,” ujarnya.

Pidatonya itu merupakan pernyataan sikap, bahwa kepergian ayah yang dicintainya tidaklah menyurutkan tekadnya untuk tetap berjuang bersama kelompok perlawanan.

Dalam kesempatan yang lain, Jihad Imad kembali menegaskan bahwa kemerdekaan dan kejayaan hanya bisa diraih dengan sebuah pengorbanan.

“Sebuah janji dan sumpah. Kami akan tetap berada di jalan ini, jalan cinta dan perjuangan.  Ketegasan yang membawa kemenangan. Kami sampaikan kepada seluruh dunia, bagaimana cara mengokohkan kebebasan/ kemerdekaan. Kemenangan bisa diraih, dengan darah (pengorbanan-red). Saya, Jihad Imad Moughniyeh.”

Kini, Jihad Imad telah beristirahat dengan tenang. Ia diantar oleh ribuan rakyat Lebanon saat menuju peristirahatan terakhirnya. Sepanjang jalan, mereka meneriakkan yel-yel, “Kematian bagi Amerika, dan kematian bagi Israel.” (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL