satu menit pencerahanJudul: Satu Menit Pencerahan Nurcholis Madjid (Buku Pertama: A-C)
Penyunting: Budhy Munawar-Rachman dan Elza Peldi Taher
Tahun Terbit: 1993
Penerbit: Imania
Tebal: 252 Halaman

Membaca buku ini di tengah maraknya sikap-sikap takfirisme di Indonesia akhir-akhir ini, terasa bagai menemukan air di padang sahara. Misalnya, di halaman 26 dan 94, dengan telak, Cak Nur seolah memberikan jawaban dari pernyataan, ‘mengapa begitu banyak orang yang gemar mengafirkan orang lain’:

-Sikap tirani dalam istilah Al Quran, disebut thughyan, dari kata itu terambil istilah taghut (sikap tiran).
-Sikap tiranik adalah sikap yang selalu ingin memaksakan kehendak kepada orang lain tanpa memberi peluang padanya melakukan pertimbangan bebas.
-Sikap tiranik dipertentangkan dengan iman karena dalam sikap tiranik terselip pandangan bahwa diri sendiri pasti benar dan orang lain pasti salah. (hlm 26)
-Tauhid menghasilkan bentuk hubungan kemasyarakatan manusia yang menumbuhkan kebebasan menyatakan pikiran dan kesediaan mendengar pendapat. (hlm 94)

Luar biasa, mengingat saat ini, harakah-harakah yang demen mengafirkan orang lain, justru yang paling suka menggunakan istilah ‘thoghut’ untuk menyebut rezim yang ingin mereka tumbangkan. Mereka pula yang selalu ingin membungkam pendapat orang lain. Saat didebat, senjata mereka adalah tuduhan sesat, liberal, atau kafir. Padahal, mereka mengaku ingin menegakkan negara Tauhid.

Lalu, apakah Cak Nur seorang sekuler? Ternyata tidak juga. Agaknya, banyak salah paham orang atas pemikiran Cak Nur selama ini (dan tentu saja, kebanyakan salah paham itu dihantarkan oleh gerakan-gerakan Islam anti-Thoghut itu tadi). Di halaman 135, dikutip pernyataan Cak Nur:

Anggapan agama sebagai urusan pribadi itu hanya separuh benar, yaitu ketika berkaitan dengan inti keagamaan kita, seperti iman, takwa, dan sebagainya. Memang semua itu masuk dalam urusan pribadi yang tida bisa dimasuki oleh kepentingan orang lain, tapi ketika kita melakukan amal saleh yang merupakan aspek consequential dari iman, berarti kita sudah masuk kawasan sosial.

Sebelumnya, di halaman 121 Cak Nur menulis:

Sebuah agama akan tegak bila didukung oleh negara sebagai lembaga politik atau kekuasaan tertinggi. Atau bisa juga kalau didukung oleh para elit politik sehingga akan mudah diikuti oleh masyarakat.

Buku ini berisi kalimat-kalimat singkat kutipan pemikiran-pemikiran Cak Nur yang temanya disusun sesuai abjad. Karenanya, cocok diberi judul “satu menit pencerahan’. Tanpa perlu mengerutkan kening, pembaca dengan mudah menangkap hikmah, ilmu, dan pemahaman Islam yang menyejukkan. (Bayu/Liputan Islam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL