LiputanIslam.com — Dalam sebuah tayangan yang diunggah Memri-TV, 29 Juni 2014, terlihat wanita-wanita Irak tengah  bersiap untuk membela tanah airnya dari serangan terorisme.  Pakaian hitamnya yang membungkus dari ujung rambut hingga ujung kaki — yang lazim disebut chadoor, tak menjadi penghalang bagi wanita-wanita ini. Mereka berkata, bahwa mereka siap mati untuk Irak.

Reporter salah satu stasiun TV Irak menghampiri mereka untuk melakukan wawancara. Berikut petikannya:

Pengantar: Hari ini kita melihat saudari-saudari kita mengangkat senjata untuk melawan ISIS. Anda bisa melihat mereka, dan mereka berasal dari berbagai sekte/ kelompok dari seluruh penjuru Irak. Mereka ini berasal dari kelompok  Kristen, Sunni, Syiah, dan Sabian. Tekad mereka sama: memerangi teroris.

Reporter: “Apakah Anda seorang Nasrani?

Wanita (1) : “Iya benar, saya Nasrani.”

Reporter: “Apa yang ingin Anda sampaikan kepada saudara-saudara Anda yang memerangi ISIS?”

Wanita (1) : “Kami akan melindungi tanah air kami, kami akan mengenyahkan teroris ISIS.”

Wanita (2) : “Kami datang dari kota Sha’r untuk mendukung Tentara Irak. Kami berdo’a untuk kemenangan mereka melawan ISIS. Kami pantas untuk berada di samping mereka dan turut berperang. Kami bersama mereka, dan kami akan berjihad sampai titik darah penghabisan.”

Wanita (3) : “Kami akan mengorbankan hidup kami, harta kami, anak-anak kami. Insya Allah, kami tidak akan membiarkan sedikitpun, sekalipun hanya jejak kaki ISIS [di negara kami.] Kami akan menginjak-injak mereka di bawah kaki kami. Insya Allah, kami menyambut seruanmu wahai Irak”

Lalu mereka ramai-ramai berseru;

“Labbayka ya Iraq.”

“Labayka ya Iraq.”

“Labayka ya Iraq.”

“Kami akan memerangi mereka [ISIS] sampai mati.”

Reporter lantas menghampiri seorang wanita dan anak perempuannya yang masih kecil.

Wanita (4): “Saya melakukan jihad. Saya dan anak saya, siap untuk mengorbankan diri kami bagi Irak. Anda akan menemukan saya di semua medan pertempuran.”

Wanita (5): “Dua anak lelaki saya telah gugur. Ayah mereka juga telah gugur. Saya masih punya dua anak laki-laki, dan saya akan mengirim mereka ke garis depan pertempuran. Kami akan berdiri di garis depan, bukan di belakang.”

Satu persatu mereka masuk ke dalam bus, yang akan membawanya menuju titik-titik daerah Irak  yang sedang berlangsung pertempuran. Bersama Tentara Irak, mereka siap untuk memerangi terorisme. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL