Tel Aviv, LiputanIslam.com Penolakan agresi Israel di Jalur Gaza bukan hanya dilakukan oleh masyarakata dunia yang anti-perang, melainkan juga oleh warga Israel.

Dari laporan Press TV, 16 Agustus 2014, ribuan warga Israel turun ke jalan-jalan di Kota Tel Aviv untuk mengutuk dan menolak kebijakan Rezim Israel atas agresinya terhadap penduduk Palestina di Jalur Gaza. Uniknya, demonstrasi ini dilakukan beberapa hari setelah pemerintah Israel mengeluarkan larangan untuk berdemo.

Para pengunjuk rasa anti-perang berkumpul di Rabin Square pada Sabtu, 16 Agustus 2014, setelah melakukan long march terlebih dahulu guna menyuarakan penolakan atas perang. Panitia demonstrasi mencatat sekitar 10,000 orang turut berdemonstrasi, dan untuk itu, pemerintah Israel  juga menurunkan aparat keamanan untuk berjaga-jaga.

Pengunjuk rasa menjelaskan bahwa mereka tidak akan menerima perlakuan/ intimidasi yang dilakukan oleh orang-orang di “sayap kanan”, dan mereka menghendaki adanya solusi diplomatik untuk mengakhiri konflik Gaza. Saat ini, kelompok sayap kanan garis keras semakin merajalela di Israel, menyingkirkan kelompok kiri pro-perdamaian dengan Palestina.

Para pengunjuk rasa meminta Presiden Israel Benyamin Netanyahu untuk mundur dari jabatannya. “Bibi, Anda telah gagal. Anda perlu segera mengambil kunci dan pulang ke rumah. Kegagalan Anda begitu parah karena selama lima tahun, Anda gagal untuk melakukan inisiatif perdamaian, Anda juga tidak memberikan pengakuan kepada Pemerintahan Palestina Bersatu,” ujar MK Zehava Galon, salah satu pengunjuk rasa.

Jet tempur dan tank-tank Israel telah melancarkan serangan masif untuk memborbardir Jalur Gaza sejak awal Juli. Setidaknya 2000 korban jiwa telah melayang, sebagian besar diantaranya adalah penduduk sipil. Mereka kehilangan rumahnya, dan sekitar 10.200 orang dikabarkan terluka.

Keterangan video: aksi demonstrasi di warga Israel yang menolak perang, di Tel Aviv pada 26 Juli 2014. Di lain pihak, terlihat juga demonstrasi tandingan dari kelompok sayap kanan yang menyanyikan lagu nasional, sambil membawa bendera Israel dan simbol Yahudi, mereka meneriakkan ‘’Mavet la arravim’’ (mati untuk Arab).

[ba]

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL