LiputanIslam.com – Siapa yang berduka dan begitu kehilangan atas kematian Raja Abdullah? Salah satunya, Shimon Peres, mantan presiden negara illegal Israel. Seperti dilansir oleh The Telegraph, ia menuturkan dukacitanya yang mendalam.

“Kematian Yang Mulia Raja Abdullah adalah sebuah kerugian nyata bagi Timur Tengah. Dia adalah seorang pemimpin yang berpengalaman dan seorang raja yang bijaksana,” ungkapnya.

Shimon juga menyebutkan bahwa Raja Abdullah adalah seorang pemberani, yang menjadi pelopor atas proses perdamaian di Timur Tengah.

“Saya tidak yakin semua pihak menerima proses perdamaian ini, tetapi semangat, kekuatan dan kebijaksanaannya telah dituangkan olehnya, dan kami terkesan. Kami pikir, hal ini akan menjadi dasar bagi perdamaian.”

“Saya mengagumi posisinya, ia telah berpengaruh bagi banyak pihak di kawasan dan saya harap, warisan dan gagasannya akan tetap menjadi dasar perdamaian. Saya ucapkan dukacita dan simpati terhadap Arab Saudi..”

Shimon adalah Presiden Israel kesembilan yang juga pernah menjabat dua kali sebagai perdana menteri serta anggota kabinet sepanjang karier politiknya selama 66 tahun. Dalam kiprahnya, ia telah mendukung terjadinya pembantaian terhadap rakyat Palestina.

Pada tahun 2011, pendukung perdamaian dan Palestina mengadakan unjuk rasa di pusat kota London untuk menyatakan Shimon sebagai penjahat perang dan pelanggaran HAM di Palestina.

Namun pada tahun 2012, Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah menganugerahkan medali “Presidential Medal of Freedom”, medali kehormatan tertinggi kepada Shimon, sehingga menimbulkan kecaman sejumlah pihak. Alasannya, Shimon dianggap sebagai orang yang terlibat pembunuhan kaum wanita dan anak-anak oleh pasukan Israel di wilayah-wilayah Palestina selama beberapa dekade.

Seorang analis politik, Kamel Wazni mengecam keputusan Obama tersebut. “Jelas sekali ini aib bagi keadilan. Ini juga tidak adil. Shimon Peres adalah penjahat, dia melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan,” cetusnya di Beirut, Lebanon itu dalam wawancara dengan Press TV, Jumat (15/6/2012).

Tangan Shimon telah berlumuran darah rakyat Palestina, namun hari ini, ia mengaku begitu kehilangan atas kematian Raja Arab Saudi. Sungguh paradoks. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL