LiputanIslam.com—Konflik berdarah yang terjadi di brbagai belahan dalam beberapa tahun terakhir telah meluluh-lantakkan berbagai bangunan, monumen, maupun situs-situs bersejarah yang merupakan kekayaan warisan peradaban. CNN melaporkan, setidaknya ada 19 situs yang turut menjadi ‘tumbal’. (Baca bagian pertama: Perang, dan Hancurnya Situs-situs Bersejarah)

Makam Nabi Yunus. Klik untuk memperbesar

Makam Nabi Yunus. Klik untuk memperbesar

11. Makam Nabi Yunus

Makam Nabi Yunus yang terletak di Mosul, Irak, merupakan situs yang sangat dihormati oleh ummat Islam dan Kristen. Situs ini sangat populer bagi para peziarah dari seluruh dunia, namun pada 24 Juli 2014, makam ini telah dihancurkan oleh ISIS saat berhasil merebut kontrol di Mosul.

Makam Uwais Al-Qarni

Makam Uwais Al-Qarni

2. Makam Uwais al-Qarni

Salah seorang sahabat Nabi, Uwais al-Qarni, dimakamkan di Raqqah, kota di Suriah yang kini tengah dikuasai oleh kelompok militan ISIS. Makamnya dibangun dengan sangat indah, yang kemudian didatangi oleh para peziarah dari seluruh dunia, Dalam video ini,  peziarah dari Indonesia datang untuk berdo’a kepada Allah dengan bertawasul kepada kemuliaan dan keagungan Sang Wali.

Namun, tempat suci itu kini telah luluh lantak. Di dalam kekuasaan kelompok yang mengklaim sebagai penegak tauhid dan menjauhi segala bentuk kesyirikan, makamnya pun menjadi salah satu sasaran untuk dihancurkan.

Masjid Khalid bin Walid

Masjid Khalid bin Walid

13. Masjid Khalid bin Walid

Masjid Khalid bin Walid, terletak di Homs, Suriah. Di lokasi masjid ini, dimakamkan salah seorang sahabat Nabi Muhammad Saw yaitu Khalid bin Walid, yang juga merupakan panglima perang pasukan Muslimin yang memimpin penaklukan Suriah pada abad ke-7.

Bangunan bergaya Utsmaniyah ini juga telah hancur.

Palmira.

Palmira.

14. Site of Palmyra

Palmyra, yang terletak di timur laut Damaskus, merupakan situs kuno yang berisi reruntuhan monumental dari kota yang dulunya merupakan salah satu pusat kebudayaan. Gaya arsitektur Palmyra, merupakan perpaduan antara beberapa peradaban, seperti teknik Yunani-Romawi, budaya lokal dan pengaruh dari Persia.

Palmyra didirikan pada masa pemerintahan Romawi yang saat itu berkuasa di Suriah. Wilayah ini merupakan kota yang dilalui dalam rute perdagangan yang menghubungkan antara Persia, India, dan Cina dengan Kekaisaran Romawi.

Situs ini pun telah hancur.

Museum Genosida Armenia

Museum Genosida Armenia

15. Museum Genosida Armenia.

Genosida Armenia, adalah pemusnahan sistematik oleh penguasa Utsmaniyah terhadap penduduk minoritas Armenia. Peristiwa ini terjadi selama dan setelah Perang Dunia I dan dilaksanakan dalam dua tahap: pembunuhan besar-besaran penduduk pria dewasa melalui pembantaian dan kerja paksa, dan deportasi perempuan, anak-anak, orang tua dan orang sakit dalam perjalanan maut ke Gurun Suriah. Jumlah korban yang tewas akibat peristiwa ini diperkirakan antara 1 hingga 1,5 juta. Kelompok etnis penduduk asli dan Kristen lainnya seperti bangsa Assyria, Yunani dan kelompok-kelompok minoritas lainnya juga menjadi sasaran pembantaian oleh pemerintah Utsmaniyah, dan perlakukan terhadap mereka oleh banyak sejarawan dianggap sebagai bagian dari kebijakan genosida yang sama.

Namun, Turki sampai sekarang masih menyangkal adanya pembantaian atau genosida. Mereka hanya mengakui bahwa memang terjadi kematian secara besar-besaran yang terjadi karena peperangan dan hal-hal yang bersangkutan seperti wabah penyakit dan kelaparan.

Untuk menandai peristiwa itu, dibangunlah Museum Genosida Armenia, pada akhir 1980-an untuk sebagai situs yang berisi peninggalan korban genosida Armenia. Memorial  itu dikunjungi oleh orang Armenia setiap tahun untuk memperingati genosida tersebut. Namun pada tahun 2014, museum yang berada di kota Deir ez-Zor, Suriah, telah dihancurkan oleh ISIS.

Cyrene, Libya

Cyrene, Libya

16. Cyrene, Libya

Cyrene merupakan salah satu kota utama yang dibangun oleh koloni Yunani Thera, di Libya. Kota ini didirikan pada abad ke-4 SM, dan merupakan salah satu pusat perdagangan.

Pada tahun 2005, arkeolog Italia dari Universitas Urbino menemukan 76 patung Romawi yang utuh di Cyrene yang diperkirakan berasal dari abad ke-2. Patung-patung ini terkubur di bawah reruntuhan di dalam tanah dan terlindung berkat dinding-dinding yang kokoh.

Awal tahun 2006, Heritage Global Fund, menjalin kerjasama dengan Second University of Naples (SUN, Italy), Departemen Libya of Antiquities, dan Kementerian Kebudayaan Libya, untuk melestarikan situs kuno melalui kombinasi praktek konservasi holistik dan pelatihan tenaga kerja.

Namun sayang, situs warisan dunia UNESCO ini telah hancur pada tahun 2013. Sekitar 200 makam dan kubah-kubah diratakan dengan tanah, jembatan yang dibangun pada abad ke-3 SM dan artefak-artefak kuno dilemparkan ke sungai.

Museum Seni Islam Mesir

Museum Seni Islam Mesir

17. Cairo Museum of Islamic Art

Dibangun pada 1882, Cairo Museum of Islamic Art atau Museum Seni Islam adalah museum dengan koleksi artefak terkaya dari semua periode sejarah Islam. Di museum tersebut tersimpan sekitar 100.000 artefak dari beragam era Islam, dengan 4.000 di antaranya dipamerkan dan selebihnya berada dalam penyimpanan.

Berdasarkan keterangan dari situs resmi museum, di sana tersimpan artefak mulai dari era pra-Islam pada abad ketujuh Masehi hingga akhir abad ke-19. Artefak itu mencakup karpet, koin, keramik, perhiasan, manuskrip, serta ukiran marmer dan kayu.

Sebuah air mancur berbahan mozaik berwarna merupakan salah satu koleksi di pajangan museum yang paling mengesankan. Benda ini dibuat pada era Mamluk, yakni abad ke-13 hingga 16 Masehi.

Museum bersejarah ini diledakkan pada bulan Januari 2014, yang menewaskan enam orang polisi dan menghancurkan artefak maupun naskah-naskah kuno.

Quaid Residency

Quaid Residency

18. Quaid-e-Azam Residency

Quaid-e-Azam Residency, atau yang juga Ziarat Residency, terletak di Ziarat, Balochistan, Pakistan, yang merupakan rumah dari Gubernur Jenderal Muhammad Ali Jinnah. Ia menghabiskan dua bulan terakhir dan sepuluh hari hidupnya di tempat ini. Kediamannya dibangun pada tahun 1892 dengan menggunakan kayu yang kokoh. Bangunan ini lantas dijadikan sebagai situs/ monumen warisan nasional Pakistan.

Pada tanggal 15 Juni 2013, Quaid-e-Azam Residency menjadi target serangan roket dari kelompok separatis Balochistan Liberated Army.

Masjid Raya al- Omari

Masjid Raya al- Omari

19. Masjid Raya al-Omari, Gaza

Masjid Raya al-Omari Gaza telah berumur 1365 tahun dibangun pada masa pemerintahan Amr Ibn Al-’Ash. Masjid ini terdiri dari tiga lantai dan luasnya lebih besar dari 3.000 meter persegi dan bisa menampung lebih dari 2.000 jamaah.

Masjid ini telah diserang Israel pada tahun 2008 dan 2009 dan kemudian direnovasi, namun serangan barbar Israel dalam Operasi Perlindungan Tepi pada tahun 2014, menjadikan masjid ini benar-benar hancur. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*