LiputanIslam.com – Di tanah kering nan tandus di sepanjang perbatasan timur laut Suriah, ribuan pejuang wanita Kurdi mengangkat senjata untuk mempertahankan wilayahnya dari serangan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Tak kurang dari 7.000 relawan telah bergabung dengan Women’s Protection Unit atau yang dikenal dengan YPJ. Bersama pasukan Peshmerga Kurdi, YPJ berjuang bahu membahu menghadapi ISIS.

Kendati beranggotakan para wanita yang masih muda, pasukan YPJ mendapatkan pelatihan yang berat dan memerlukan disiplin tinggi. Anggota baru harus bangun pada pukul 4 dini hari, yang langsung berhadapan dengan berbagai kegiatan. Sebagian besar dari para wanita ini, tidak pernah mengikuti aktivitas yang membutuhkan ketahanan fisik sebelumnya. Namun tanggungjawab terhadap negara menjadikan mereka kuat.

Sebagian besar tentara YPJ masih berstatus lajang, dan memilih untuk mendedikasikan hidupnya untuk berjuang dengan berbagai cara. Mereka memiliki motto ‘haval’ yang berarti persahabatan. Rata-rata pejuang ini berumur 18-24 tahun. Namun ada juga yang lebih muda yang direkrut untuk membantu penyediaan logistik, misalnya memasak untuk kebutuhan pasukan.

Seperti pasukan perang pada umumnya, mereka berhadapan dengan musuh di garis depan. Beristirahat / tidur di markas dan makan seadanya. Mampukah kita, setegar dan sekuat mereka? (ba)

Sumber foto: NBC News

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*