Begini Seharusnya Menjadi GuruJudul Buku: Begini Seharusnya Menjadi Guru (Panduan Lengkap Metologi Pengajaran Cara Rasulullah)

Penulis: Fu’ad bin Abdul Aziz asy-Syalhub

Penerjemah: Jmaluddin, Lc

Penerbit:  Darul Haq

Tahun terbit: 2011

Jumlah halaman: 192

Guru, adalah profesi yang sangat mulia. Bahkan dalam sebuah lagu nasional, guru digambarkan bak pelita dalam kegelapan, juga sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Namun peristiwa tragis yang terjadi pada FW beberapa bulan yang lalu, membuat publik terhenyak. Apa yang sesungguhnya terjadi, sehingga remaja kelas tiga SMP itu, memilih bunuh diri menjelang pelaksanaan ujian nasional?

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, menyatakan bahwa bertambahnya kasus pelajar bunuh diri karena takut tidak lulus UN membuat pemerintah harus mengevaluasi besar-besaran UN. Apalagi, Mahkamah Konstitusi telah memutuskan melarang UN.

Namun bagaimana bila UN tetap harus dijalankan? Disinilah, peranan guru sangat penting untuk membimbing murid-muridnya dan melakukan pendekatan-pendekatan persuasif, sehingga, para siswa mampu menyerap informasi dengan baik. Buku Begini Seharusnya Menjadi Guru ini, memberikan informasi yang padat dan ringan, tuntunan cara mengajar, yang diteladani dari Rasulullah Saw.

Pada bab pertama, penulis memberikan syarat-syarat yang mutlak harus dipenuhi untuk menjadi seorang pengajar, yaitu; mengikhlaskan ilmu untuk Allah, jujur, selaras antara ucapan dengan perbuatan, bersikap adil, berakhlak mulia, rendah hati, pemberani, sabar, mampu menahan emosi, menghindari dari berkata-kata keji, dan bersedia melakukan dialog.

Guru, yang harus menghadapi berbagai macam karakter dari murid-muridnya, mau tak mau, harus bisa menahan diri dan bersabar. Acapkali terjadi, ketika poses belajar mengajar berlangsung, ditemukan siswa yang memancing keributan. Dan tak jarang, guru juga berhadapan dengan para siswa yang sulit menyerap pelajaran. Jika berhadapan dengan hal demikian, maka guru harus mampu meredam kemarahan, atau mengeluarkan kata-kata kasar yang menyakitkan. Sebaliknya, ia harus menasehati dengan cara yang baik kepada muridnya yang nakal, dan membantu mencarikan jalan keluar bagi muridnya yang sulit menerima pelajaran.

Pada bab kedua, penulis mengungkapkan tugas-tugas yang harus dijalankan oleh seorang guru. Termasuk membuat aturan-aturan yang jika tidak dipatuhi – akan dikenakan sanksi. Sebaliknya, guru juga wajib untuk memberikan penghargaan kepada murid yang memiliki prestasi, sehingga menjadi pemicu bagi murid lainnya untuk turut berperestasi. Rasulullah telah mencontohkan dalam sebuah hadits, sebagai berikut:

“Barangsiapa yang lebih dahulu sampai kepadaku, maka baginya begini dan begini,” ucap Rasulullah.  Terang saja Abdullah, Ubaidillah dan beberapa keturunan Abbas yang dibariskan olehnya, berlari-lari untuk mencapai beliau terlebih dahulu. Rasulullah pun lantas mencium dan memeluknya.

Sedangkan pada bab ketiga, penulis menyampaikan metode pengajaran yang efektif guna memaksimalkan potensi yang dimiliki murid. Penggunaan metode yang tepat, akan sangat membantu murid dalam proses belajar mengajar. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan metode tanya-jawab sebelum atau saat proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, guru dapat mendeteksi sejauh apa pemahaman murid-muridnya terkait materi yang pernah atau sedang dibahas. Di lain sisi, siswa juga akan berusaha untuk mempersiapkan dirinya dengan baik, agar mampu memberikan penjelasan yang benar saat sesi tanya jawab. (Khadija/LiputanIslam.com)

 

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL