Nasihat Nasihat Emas Khulafaur RasyidinJudul: Nasihat Emas Khulafaur Rasyidin

Penulis: John Rinaldi

Tahun terbit: 2014

Penerbit: Sabil

Jumlah Halaman:268 hlm

Khalifah dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan ‘pengganti’ atau ‘orang yang berada di belakang seseorang’. Khalifah adalah kata tunggal, sedangkan khulafa adalah bentuk jamak. Sedangkan Al Rasyidun atau Al Rasyidin dapat diterjemahkan ‘benar, lurus, pintar’. Dengan demikian, Khulafaur Rasyidin dapat diartikan: pengganti Rasulullah yang benar dan lurus. Para khalifah yang mendapat sebutan Khulafaur Rasyidin adalah empat orang khalifah yang secara berturut-turut menggantikan tugas dan kedudukan Rasulullah, yaitu:

  1. Abu Bakar as Shidiq ra (memimpin tahun 11-13 H atau 534 – 634 M)
  2. Umar bin Khathab ra (memimpin tahun 13-23 H atau 634-644 M)
  3. Utsman bin Affan ra (memimpin tahun 23-35 H atau 644-655 M)
  4. Ali bin Abi Thalib ra (memimpin tahun 35-41 H atau 655-661 M)

Dalam masa kepemimpinan mereka, yaitu kurun 29 tahun, Islam menyebar hingga ke Syam, Irak, Mesir, Sudan, Palestina, hingga ke benua Afrika.

Di dalam buku ini, dijelaskan mengenai kisah riwayat hidup secara singkat dari keempat Khulafaur Rasyidin tersebut. Lalu, dikutip berbagai perkataan atau nasihat dari keempatnya, yang perlu diteladani oleh umat Islam. Misalnya:

Nasihat Abu Bakar as Shidiq ra:

Janganlah seseorang menghina orang lain sesama muslim. Sebab, seorang muslim yang paling kecil bisa jadi di mata Allah sangat besar (nilai dan kedudukannya).

Nasihat Umar bin Khathab ra:

Bacalah Al Quran, pelajari dan amalkanlah, niscaya engkau akan menjadi pemiliknya. Tidak ada seorang pun yang berhak untuk ditaati dalam maksiat kepada Allah. Menegakkan kebenaran dan mengingatkan kepadanya tidak akan mempercepat ajal dan mengurangi rezeki.

Nasihat Utsman bin Affan ra :

Serulah yang ma’ruf dan cegahlah yang munkar, sebelum orang-orang yang buruk di antara kalian menguasai kalian. Sehingga saat orang-orang baik kalian menyeru, mereka tak digubris lagi.

Nasihat Ali bin Abi Thalib ra:

Tidak ada kekayaan yang lebih berguna daripada akal dan tidak ada kemiskinan yang lebih berbahaya daripada kebodohan.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL