sagiranJudul: Mukjizat Gerakan Shalat

Penulis: Dr. Sagiran, M.Kes, SP.B

Thn terbit 2012, cet 2 2013

Penerbit: Qultum media

Jumlah Halaman:238 hlm

 

Selama ini kita mungkin mengenal shalat sebagai sebuah ibadah yang wajib dikerjakan oleh orang Islam. Shalat seolah bersifat ruhani belaka dan mendapatkan pahala di akhirat. Namun ternyata, shalat juga memiliki manfaat materilyaitu terpeliharanya kesehatan jasmani dari berbagai gangguan penyakit.

Penyakit apa saja yang bisa sembuh dengan shalat, shalat yang bagaimanakah yang bisa menghindarkan tubuh kita dari penyakit? Dalam buku ini, Dr. Sagiran, seorang dokter bedah, menguraikan hasil penelitiannya terkait manfaat sholat untuk kesehatan.

Buku dimulai dengan uraian tentang betapa manusia membutuhkan tuntunan. Manusia dikaruniai fitrah untuk mengakui keberadaan Tuhan yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Karena itu dulu banyak orang menyembah hal-hal yang dianggapnya sebagai manifestasi Yang Maha Kuasa. Namun untuk mengetahui cara menyembah Allah dengan benar, manusia membutuhkan tuntunan. Itulah sebabnya Allah mengutus para nabi untuk membimbing manusia. Di antara tuntunan yang disampaikan Rasulullah Muhammad SAW adalah syariat wudhu dan syariat shalat. Kita perlu mempelajari dan memahami syariat ini, dan mencari hikmah di dalamnya.

Selanjutnya dijelaskan tentang anatomi gerakan wudhu dan shalat menurut pandangan medis. Misalnya, saat kita melakukan takbiratul ihram, rongga dada melebar, bahu terangkat sedikit,tulang-tulang rusuk ikut terangkat sehingga menimbulkan pelebaran rongga dada. Akibatnya, tekanan udara di dalam rongga mengecil dan memudahkan udara nafas masuk dengan cepat. Pada saat yang sama, kita mengucapkan Allahu Akbar, di saat dinding dada sedang meregang. Untuk dapat mengucapkan satu kata, udara harus mengalir keluar guna menggetarkan pita suara. Artinya, ada sinergi yang efektif yang berpengaruh pada fungsi-fungsi fisiologis lain arena di otak; terjadi asosiasi dan sinkronisasi pusat-pusat pengaturan gerakan dan kerja organ-organ dalam.

Buku ini juga diselipi tips-tips sehat seputar sholat. Misalnya di halaman 53 disebutkan, saat tangan mengayun takbiratul ihram, telapak tangan harus benar-benar mantap menghadap kiblat, bukan sekedar melambai saja.

Selanjutnya diuraikan tentang sistem organ tubuh manusia, senam ergonomis, pijat getar syaraf, aplikasi ilmu shalat sehat dalam pengaturan siklus harian dan kegiatan sehari-hari.

Pada halaman 221-220, penulis membawa pembaca untuk merenungkan hakikat sholat sebagai ‘sajadah panjang’. Saat kita sholat, mulai dari takbir hingga salam, dan dilanjutkan zikir, itulah ‘sajadah pendek’ kita. Sebaiknya kita menjadikan sepanjang hidup kita adalah sajadah. Artinya, begitu sholat usai, kita menjalani waktu untuk menantikan tibanya masa sholat berikutnya.

“Sambil bekerja di kantor, belajar di sekolah, berdagang di pasar, bertanam di ladang, berlayar di lautan, mereka menjalani profesinya masing-masing dengan puncak prestasinya. Pada saat yang sama orang itu dalam keadaan menunggu-nunggu shalat. Karena itulah ia dicatat sebagai orang yang menjalankan shalat sepanjang waktu.” (hal 220)

Sholat yang dikerjakan dengan sesuai syariat, dilakukan sepenuh hati, dan dengan gerakan yang benar, insya Allah akan mengantarkan kita pada kesehatan ruhani dan jasmani.(Fatma/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL