LiputanIslam.com – Hidup dalam blokade Israel selama bertahun-tahun dengan berbagai macam kesulitan yang timbul, justru melahirkan anak-anak yang berbakat di Gaza. Mohammad Qureiqai , berusia 12 tahun, dengan senyum sumringah memegang salah satu lukisan hasil karyanya.

Tujuh tahun yang lalu, di wilayah Shujaiyya di bagian timur Jalur Gaza, Mohammad Qureiqai sedang membuat sketsa pensil di buku catatannya. Kakaknya yang tertua, Malek, keheranan tak percaya melihat hasil gambar adiknya dan memintanya untuk mengulang kembali untuk membuktikan, apakah lukisan itu benar-benar dikerjakan oleh Mohammad. Melihat besarnya bakat sang adik, Malek kemudian membantunya dengan memberikan ide-ide baru untuk melukis, berbekalkan pensil dan arang.

Al –Monitor, salah satu media terkemuka Timur Tengah mengunjungi Mohammad yang sedang berada di studionya yang sangat sederhana. Di ruangan yang berdinding batako tersebut, berjajar lukisan-lukisan yang dihasilkan Mohammed – yang tentunya, setiap lukisan memiliki kisah yang berbeda.

Berbagai prestasi telah diraihnya. Mohammad turut berpartisipasi dalam sembilan pameran [lukisan] di Jalur Gaza, secara kolektif atau secara individu, sebagian besar yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga lokal dan pemerintah. Dia juga berpartisipasi dalam pameran di Beirut yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Palestina di Lebanon. Bahkan, rencananya Mohammad juga berpartisipasi dalam sebuah pameran di Afrika Selatan, tapi lantaran tidak bisa bepergian sendirian ataupun mengirim lukisannya, akhirnya diambil alternatif lain dengan memotret lukisan karyanya untuk dikirim dan dipajang di pameran. Lalu, bagaimana dengan sikap Rezim Israel? Sudah bisa ditebak, Mohammed pernah dipersulit untuk melakukan perjalanan ke Betlehem guna berpartisipasi dalam melukis “peace mural through the eyes of children amid occupation” pada tahun 2012.

Untuk mengembangkan keterampilan melukisnya, Mohammad memanfaatkan melalui self-learning di internet, mengamati lukisan seniman lain, dan terus menonton video di YouTube yang menjelaskan metode yang benar untuk melukis obyek.

Namun, jalannya masih teramat terjal. Mohammad menghadapi masalah dengan kurangnya sponsor dari lembaga resmi akibat kelangkaan dana. Akibatnya, Mohammad tidak cukup mampu untuk membeli peralatan melukis. Sehingga untuk menghasilkan lukisan baru, dia harus menunggu komisi yang diberikan hasil karyanya.

Pelukis Belanda Vincent van Gogh adalah inspirasi baginya. “Saya, seperti [Pablo] Picasso, menggambar menggunakan tangan kiri, “katanya ringan. (ba/LiputanIslam.com)

Sumber foto: Al-Monitor

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL