LiputanIslam.com — Sebuah video yang diunggah menunjukkan senjata anti-tank jenis BGM-71 TOW buatan Amerika Serikat digunakan oleh militan Suriah. Menurut laporan Syriatruth, video itu diambil pada bulan April 2014 di wilayah Idlib.

Namun untuk ‘menyelamatkan muka’ AS, The Huffington Post menyatakan bahwa bisa saja senjata itu jatuh ke tangan militan, tanpa persetujuan dari AS, mengingat pada tahun 1963, anti-tank BGM-71 TOW dijual ke 40 negara di dunia, seperti Zionis Israel, Tunisia, Arab Saudi, Oman, Maroko, Kuwait, Mesir, Yordania, Yaman, dan Turki.

Diberitakan, bahwa kelompok militan ini menamakan Harakat Hazm dipimpin oleh Murshid al-Khalid (Abu al-Muatassim), Mohammad al-Dahik (Abu Hatem), Sekjen Bilal Atar (Abu Abd al-Sham) operasi militer kepala Awdu Abu Zaid dan politik kepala urusan Hamza Shamali (Abu Hashem). Kelompok ini diyakini memiliki keterkaitan dengan mantan pimpinan FSA, Salim Idris. Oleh Obama, kelompok inilah yang disebut ‘moderat’. (baca juga: ISIS Berjihad Dengan Senjata Israel)

Adakah Oposisi Moderat di Suriah?

Tony Cartalucci menulis dalam artikelnya yang berjudul “In Syria, There Are No Moderates“:

“… tidak pernah ada, dan juga tidak ada kelompok “moderat” yang beroperasi di Suriah. Barat sengaja mempersenjatai  dan mendanai Al-Qaeda dan ekstremis lainnya sejak tahun 2007 dalam rangka mempersiapkan pertumpahan darah dengan menunggangi isu sekterian – guna melayani kepentingan AS- Arab Saudi- Israel. Kawanan teroris (baik yang disebut moderat maupun ekstremis) beroperasi dan berbagi tempat di sepanjang perbatasan Suriah untuk memudahkan arus logistik dan senjata dari negara-negara Barat. Tujuannya adalah untuk mengabadikan konflik, dan akan menjadi legitimasi bagi mitra Barat yang berbatasan dengan Suriah untuk melakukan intervensi militer langsung (dengan alasan mengamankan wilayahnya). (ba)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL