Old City of Sana''aOld City of Sana''a

LiputanIslam.com – Sana’a, ibukota Yaman ini adalah satu dari kota tertua dalam peradaban Islam. Bagian kota tua dari Sana’a dinyatakan sebagai situs warisan dunia UNESCO. Kota tua ini berpusat pada Al-Jami al-Kabir bi-Sanaa atau Masjid Agung Sana’a yang telah berusia lebih dari 1.400 tahun. Di masjid ini tersimpan salah satu mushaf Al-Quran tertua di dunia. Masjid ini telah dimakan usia dan mengalami berbagai peristiwa, dari banjir hingga peperangan. Hal ini membuktikan bahwa Sana’a terkait dengan sejarah penyebaran Islam di awal Hijriyah. Masjid agung ini juga dinyatakan sebagai masjid pertama yang dibangun di luar Mekkah dan Madinah. Kota tua Sana’a telah berkontribusi dan berperan besar dalam sejarah Yaman, Arab dan dunia Islam, yang melahirkan tokoh-tokoh terkemuka seperti Al Hassan Ahmed Al B. Hamdany, Ahamed Al Razy dan Al Shawkany.

Kota Sana’a telah berusia 2500 tahun. Dikelilingi oleh dinding kota dari tanah liat setinggi 9- 14 meter. Untuk memasuki kota tua, kita akan melewati pintu gerbang Bab al-Yemen yang telah berusia ribuan tahun. Kota ini dipenuhi bangunan dari batu bata  warna cokelat, berbentuk bangunan tinggi dengan jendela qamariya yang berbentuk kipas dari kaca mozaik.

Pada abad ke-7 dan ke-8 kota ini menjadi pusat utama bagi penyebaran Islam. Di dalam kota ini terdapat 100 masjid, 12 hammam (pemandian umum), dan 6.500 rumah penduduk, yang dibangun sebelum abad ke-11. Tentu saja, ada juga Pasar Suq Al-Milh, sebagai pusat perekonomian. Meski berarti pasar garam, di Suq Al Milh kita bisa menemukan berbagai kebutuhan sehari-hari:  roti, sayur, buah, pakaian, dan sebagainya. (ba)

—–

Sumber foto: Unesco.org, foto diambil sebelum agresi militer Arab Saudi dan sekutunya di Yaman

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL