LiputanIslam.com —  Alkisah pada suatu masa, ketika negeri Iran bernama Kingdom of Iran (Kerajaan Iran), dengan Shah Reza Pahlevi sebagai Rajanya, tetangganya yang bernama Kerajaan Arab Saudi begitu baik dan menghormatinya.

Kalau pembesar-pembesar Saudi menemui Shah Pahlevi, mereka membungkukkan kepala rendah-rendah saking hormatnya.

Kalau Shah Pahlevi mau melaksanakan haji atau umrah, Haramain dikosongkan, agar prosesi ritualnya idak terganggu.

Dan Salman bin Abdul Aziz (yang kini menjadi Raja Saudi) pun rela berpanas-panas menari, demi menyambut kedatangan Shah.

Iran yang disegani Saudi adalah Iran yang Syiahnya ala Shah Pahlevi, Syiah yang pro-AS, Syiah yang patuh pada kemauan dan pendiktean AS.

Sekarang Syiah di Iran, adalah Syiahnya Imam Khomeini. Syiah yang menentang keras penjajahan dan penindasan. Bendera yang dikibarkan adalah bendera perlawanan dan penentangan terhadap penjajahan dunia Islam oleh AS dan sekutunya. Syiah yang mendengungkan kemandirian dan pantang dihina.

Syiah yang sesat dimata Raja-raja Arab pro-AS, adalah Syiah yang bersikeras meninggikan kalimat tauhid dan penyembahan hanya kepada Allah Swt. Syiah yang menempatkan hanya orang-orang saleh yang berhak memimpin dan menjadi imam atas ummat. Syiah yang mengemban misi suci Islam yang sebenarnya.

Baca juga: Iran, Dulu dan Kini  (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL