LiputanIslam.com — Bangunan ibadah luluh lantak. Batu-batu berserakan. Angin panas yang bertiup menerbangkan debu-debu dari reruntuhan. Kursi-kursi itu masih berjejer rapi, hanya saja, tidak ada satu jemaat pun yang duduk di atasnya.

Kitab-kitab koyak. Lukisan-lukisan pun terlihat begitu menderita. Itulah Ma’loula, kota yang dihuni mayoritas Nasrani. Kota satu-satunya yang masih bisa dijumpai masyarakatnya berbicara dengan bahasa Aramaic, bahasa yang digunakan Yesus Kristus.

Rakyatnya pun menghampiri Presidennya. Mungkin begitu banyak hal yang ingin mereka adukan. Mereka terlihat begitu berharap dan berharap. Sang Presiden, selalu dan masih – dengan gayanya yang tenang – terlihat optimis dan berkata: “Saya berharap, di hari Paskah ini – semua umat Kristiani berbahagia”

Foto ini berkisah dua hal, yang pertama – tentang masterpiece — hasil karya yang agung dari gerombolan teroris yang menyebut dirinya Mujahidin, yang telah menghancurkan Suriah, yang menghancurkan harapan dan kehidupan rakyat Suriah, bahkan menghancurkan tempat-tempat ibadah mereka menuju Tuhannya. Foto ini juga bercerita tentang kedekatan seorang pemimpin dengan rakyatnya, melebihi kedekatan kita dengan pemimpin kita saat ini.

Semoga ini semua, membuka dan menyadarkan hati  yang masih percaya propaganda aliansi Zionis,  bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad, telah membantai rakyatnya selama puluhan tahun.
Sumber foto: Syrian Arab Army (ba/LiputanIslam.com)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL