LiputanIslam.com — Presiden Bashar al-Assad dan istrinya menyiapkan kejutan dengan menghadiri acara kebaktian yang diselenggarakan di Gereja Notre Dame de Damas, Damaskus. Aksi ini bisa dibilang nekat, mengingat lokasi gereja hanya 2 kilometer dari wilayah yang dikuasai pemberontak.

Tampak jemaat gereja begitu gembira atas kedatangan orang nomor satu di Suriah tersebut, dan mereka sempat mengambil foto selfie.

Kunjungan Assad ke gereja-gereja bukanlah kali pertama. Sebagai negara sekuler, sebelum pemberontakan meletus pada tahun 2011, Suriah terbukti merupakan negeri yang aman tentram dalam perbedaan suku dan agama. Masyarakatnya hidup toleran. Kehadiran Assad di gereja merupakan pesan tegas kepada dunia, bahwasanya Suriah melindungi rakyatnya tanpa memandang sekat-sekat agama. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL