Judul: cover hypnoparenting2Islamic Hypnoparenting, Mendidik Anak Masa Kini Ala Rasulullah

Penulis: Septian el Syakir

Penerbit: Kawan Pustaka

Tahun terbit: 2014

Tebal: 261 halaman

 

Islamic hypnoparenting adalah seni mendidik anak dengan komunikasi verbal maupun non verbal yang sangat efektif sehingga setiap perkataan dan nasehat kita didengarkan dan disimpan di pikiran bawah sadar anak sampai ia dewasa. Orang tua yang berhasil menanamkan nilai-nilai kebaikan di pikiran bawah sadar anak, akan membuat anak terjaga sampai ia dewasa nanti. Karena, pikiran bawah sadar merupakan long term memory (memori jangka panjang) sehingga apapun yang disimpan di dalam pikiran bawah sadar akan menjadi bagian dari tingkah laku atau akhlak seseorang.

Sebenarnya orang tua sudah banyak melakukan teknik hypnoparenting ini secara tidak sadar. Namun sayangnya, yang ditanamkan adalah sugesti-sugesti yang buruk. Misalnya, ketika anak berbuat salah, berkali-kali orang tua berkata, “Dasar nakal!” Ini adalah memasukkan sugesti kepada anak bahwa dirinya nakal. Sugesti ini akan masuk ke dalam alam bawah sadarnya, sehingga sangat berbahaya bagi pembentukan akhlak anak.

Buku ini menjelaskan bagaimana mendidik anak dengan teknik hypnoparenting dengan menggunakan Rasulullah sebagai role model (teladan) bagi anak. Caranya, dengan mengenalkan anak kepada Rasulullah melalui cerita-cerita, kata-kata sugesti, dan mengarahkan agar anak menjadikan Rasulullah sebagai idolanya. Sehingga akhlak anak, insya Allah, akan mengikuti akhlak Rasulullah.

Misalnya, saat anak mulai makan, ortu bisa melakukan dialog ini:

Ortu: Nak, Rasulullah itu selalu membaca bismillah sebelum makan. Tau gak, kenapa? (biarkan anak menjawab)

Anak: biar gak dibantuin setan ya?

Ortu: pintar anak ayah/bunda yang soleh

(halaman 41)

Metode Islamic Hypnoparenting yang dijelaskan dalam buku ini antara lain : tanamkan kalimat tauhid, role model, pahami dunia anak, membangun rapport, sugesti positif, future pacing, anchoring, coaching question, dan repetition.

Coaching question adalah mengarahkan anak untuk mengambil keputusan sendiri melalui pertanyaan-pertanyaan. Pertanyaan tersebut diajukan setelah ortu berdiskusi dengan anak. Misalnya, diawali dengan diskusi soal bahaya rokok. Lalu ortu bertanya, “Jadi menurutmu, rokok itu bahaya atau tidak?” Dengan demikian, anak tidak didoktrin atau didikte bahwa rokok berbahaya, namun dia paham dengan sadar akan bahaya rokok. Dan ortu mengarahkan agar anak mengambil keputusan bahwa ia tidak akan merokok.

Repetition adalah melakukan metode hypnoparenting ini dengan berulang-ulang,supaya berbekas. Metode pengulangan ini juga dilakukan oleh Al Quran. Kita tahu betapa banyak ayat-ayat yang berulang-ulang dalam Al Quran, misalnya ayat “Fabi ayyi aalaai rabbikuma tukazzibaan..”

Hal ini menegaskan bahwa dalam mendidik anak, ortu harus melakukan metode-metode yang baik secara konsisten, berulang-ulang, tanpa kenal lelah.(Fatma/LiputanIslam.com)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL