LiputanIslam.com – Dalam sebuah kutipan wawancara pada tahun 1990 antara C-SPAN dengan Dan Raviv dan Yossi Melman (penulis buku “Every Spy a Prince: The Complete History of Israel’s Intelligence Community- Houghton Mifflin 1990)”, diungkapkan terkait adanya badan intelejen Israel, yang merupakan subordinat Mossad — terkenal dengan sebutan Israeli Secret Intelligence Service (ISIS).

Di lain pihak, teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dipimpin oleh Abu Bakar Al-Baghdadi. Namun oleh Edward Snowden, ia disebut-sebut bernama Elliot Shimon (Simon Eliot), seorang agen yang dilatih Mossad. Menurutnya, Simon Eliot ini lahir dari keluarga Yahudi, baik ibu dan ayahnya, berdarah Yahudi. Dilansir oleh Veteran Today, yang disebut “Elliot” adalah rekrutan Mossad yang dilatih dalam bidang spionase dan perang psikologis, untuk menghancurkan dunia Arab dan Islam.

Kini, Al-Baghdadi atau Simon Elliot memimpin organisasi teroris ISIS yang mampu menampung dan menarik segala bentuk ekstremisme dari seluruh dunia dalam satu wadah, dengan menggunakan strategi yang disebut “the hornet’s nest” atau sarang lebah.

Mengapa ada persamaan antara akronim yang digunakan badan intelejen Israel, dan kelompok teror yang dipimpin Al-Baghdadi, yaitu ISIS? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL