Foto ini yang menjadi foto terbaik 2012. Dua jasad bocah digotong oleh sang paman yang terlihat sangat bersedih. Ayah dua bocah ini juga gugur, digotong orang-orang di belakangnya.Nasira Bedria jatuh pingsan di luar Shifa Hospital di kota Gaza. Baru saja (sebelum pingsan), sebuah ambulan pergi membawa putranya, Saddam (20 tahun) yang terluka parah. Rumah sakit Shifa tidak bisa menanganinya sehingga Saddam harus dikirim ke Mesir. Bila Saddam bisa bertahan hidup sepanjang perjalanan ke Arish, mungkin dia bisa mendapatkan pengobatan yang menyelamatkan nyawanya.     Misil Israel ditembakkan ke arah desa kecil bernama Nusseirat, menimpa sebuah rumah dan seketika menewaskan bocah 4 tahun, Riham Al-Nabateen. Jasad Riham sedang dibawa keluarga menuju pemakaman. Ayahnya pingsan dan digotong oleh orang-orang di sekelilingnya Mads Gilbert, ahli anestesi dari Norwegia sedang berdiskusi dengan rekan-rekan Palestina-nya di RS Shifa, mengenai dua bersaudara yang mengalami luka berat di bagian kepala. RS Shifa menerima korban-korban paling parah dalam serangan Israel. Staf medis RS Shifa tengah beristirahat dan sholat di sela-sela kesibukan mereka. Para staf ini tidak hanya menangani korban perang, meskipun mereka sendiri sebenarnya adalah korban. Pasien-pasien yang datang seringkali adalah teman atau keluarga mereka sendiri; dan bahkan seorang dokter pernah menerima pasien yang sekarat, yang ternyata adalah putranya sendiri.

Paul Hansen, photographer harian Dagens Nyheter dari Swedia telah dinobatkan menjadi fotografer terbaik tahun 2012 oleh “Pictures of the Year International”. Kemenangannya adalah berkat foto karyanya di Gaza. Foto-foto yang diberinya judul “Death from Above” merekam jelas kesedihan dan kepahitan rakyat Gaza. Foto-foto di galeri ini adalah beberapa di antaranya dan selengkapnya bisa dilihat di website POYi.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL