LiputanIslam.com — Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan yang dipilih langsung oleh rakyat. Namun alih-alih memenuhi tuntutan rakyat, rezim Al Khalifa justru bertindak anarkis kepada para demonstran. Para aktivis ditangkapi dan ditahan.

Juni 2015 lalu, rezim Al Khalifa menangkap Syaikh Ali Salman dengan tuduhan memprovokasi rakyat Bahrain. Ia divonis penjara selama empat tahun.

Meski demikian, nampaknya semangat rakyat Bahrain tidak surut. Mereka tetap turun ke jalan-jalan untuk menuntut pemerintahan yang demokratis. Mereka juga menuntut agar Syaikh Ali dibebaskan.

Namun sebesar apapun demonstrasi yang terjadi di Bahrain, nyaris tidak ada media yang melaporkannya. Beda dengan Suriah, yang beritanya bisa kita dapati tiap detik.

Menurut laporan dari Al Wefaq, gerakan sosial Islam Bahrain, sampai hari ini, rakyat Bahrain masih rutin melakukan demonstrasi. Selain itu, rakyat Bahrain juga masih mengunjungi masjid-masjid yang dihancurkan oleh rezim Al Khalifa sejak tahun 2011 untuk melakukan shalat berjamaah.

Sumber foto: Akun Twitter Al Wefaq (@alWefaqEN), 22 Januari 2016. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL