LiputanIslam.com – Sebagai balasan atas syahidnya Samir Quntar pada Desember lalu, Hizbullah melakukan penyerangan terhadap mobil patroli Israel di Zabadani – Kafra di wilayah pertanian Sheeba yang diduduki Israel di Lebanon selatan, Senin (04/1/2016).

Hari ini (06/1/2016), media Lebanon Al-Manar merilis foto-foto yang menunjukkan mobil patroli yang menjadi target serangan.

Adakah korban tewas dalam serangan itu?

Hizbullah dalam statamennya menyatakan satu unit mobil jenis Hummer milik tentara Israel hancur sementara di dalamnya terdapat sejumlah tentara Zionis sehingga dapat dipastikan mereka semua tewas dan atau luka-luka.

Namun Israel, nampaknya berusaha menutupi fakta.

Baca: Mobil Patroli Israel Dihantam Bom Hizbullah

Menurut Al-Manar, pada Selasa (05/1/2015), Israel mengumumkan bahwa seorang perwiranya tewas dan seorang tentara menderita luka-luka dalam pelatihan militer yang dilakukan di daerah Palestina yang diduduki.

Selama ini, tiap kali terjadi konfrontasi dengan pejuang Palestina ataupun Lebanon, Israel selalu mengelabui publik, dengan merilis pernyataan yang bertentangan dengan fakta. Operasi Sheba Farms pada 2015 lalu, misalnya, 9 kendaraan Israel terbakar dan hancur dihantam Hizbullah, tetapi mereka mengklaim hanya dua tentaranya yang tewas. Tentu saja, hal ini menjadi olok-olok di media sosial. Namun sikap Israel yang berusaha menyelamatkan muka ini bisa dipahami, mengingat mereka selalu mengklaim sebagai negara dengan kekuatan militer tak terkalahkan. Namun berkali-kali, Israel dipermalukan saat berkonfrontasi dengan Hizbullah.

Berbeda dengan Israel, Hizbullah merilis pernyataan apa adanya, sesuai fakta di lapangan. Hizbullah dengan bangga mengakui jika ada pejuangnya yang gugur, karena bagi kelompok perlawanan ini, mati syahid adalah sebuah kebanggaan, yang selalu mereka cita-citakan. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL