LiputanIslam.com — Seorang anak kecil bertelanjang dada tampak mondar-mandir di depan penjual makanan. Ia tak punya uang untuk membelinya, namun tatapan matanya menyiratkan, ia ingin mencicipi makanan tersebut – mungkin, untuk mengisi perutnya yang keroncongan. Namun sayang, si penjual makanan tak berkenan dengan kehadirannya. Ia diusir.

Ia menjauh, tapi matanya tak lepas memperhatikan. Sampai akhirnya, ada seseorang yang menjatuhkan sepotong makanan itu ke tanah. Ia pun bergegas memungutnya.

Bak menemukan harta karun, ia membungkus makanan itu dengan riang, dan berlari mencari tempat yang aman untuk memakannya. Namun setelah duduk di tembok yang tinggi dan hendak mulai makan, bocah itu mengurungkan niatnya. Ia turun dan berlari menuju rumah yang sangat sempit.

Di rumah itu, menunggu seorang anak yang usianya lebih kecil. Mungkin adiknya. Ia lantas membuka kertas pembungkus makanan itu, dan mulai menyuapi adiknya.

***

Video itu, adalah potret nyata kehidupan di sekitar kita. Sepertinya, si pembuat video hendak menyampaikan pesan, bahwa di luar sana, banyak sekali orang-orang yang tidak mampu dan anak-anak yang terlantar. Mereka hidup di tepi kali, di dekat pembuangan sampah, dan tenggelam diantara bangunan-bangunan mewah yang menjulang tinggi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2013 mencapai 28,55 juta orang (11,47 persen) atau meningkat 0,48 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2013 tercatat 28,07 juta orang (11,37 persen).

Perinciannya, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 0,30 juta orang dari 10,33 juta orang pada Maret 2013 menjadi 10,63 juta orang pada September 2013. Sementara, di daerah perdesaan naik sebanyak 0,18 juta orang (17,74 juta orang pada Maret 2013 menjadi 17,92 juta orang pada September 2013).

Mereka, tanggungjawab siapa?

Jika kita mengacu pada undang-undang, maka jelas dinyatakan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Harusnya demikian, namun jika celakanya, negara kita justru dirampok oleh penguasa. Kepentingan pribadi dan golongan dikedepankan, rakyat tidak diperhatikan secara menyeluruh, dan banyak yang terabaikan hak-haknya.

Namun sebagai makhluk sosial, apalagi seorang Muslim, kita juga harus memiliki kepedulian terhadap mereka. Rasulullah Saw, dalam sebuah hadits menyatakan, “Tidaklah beriman kepadaku orang yang dapat tidur dengan perut kenyang sementara tetangganya kelaparan, padahal dia mengetahui.” (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL