President Assad, his wife Asma greet children of martyrsPresident Assad, his wife Asma greet children of martyrsPresident Assad, his wife Asma greet children of martyrs

LiputanIslam.com — Setiap tanggal 6 Mei, Republik Suriah Arab dan Lebanon menjadikan hari tersebut sebagai Martyrs’ Day atau Hari Syuhada, dan hari itu merupakan libur nasional. Menurut sejarah, seratus tahun silam negara-negara yang kini bernama Suriah, Lebanon, Yordania, Palestina [yang sekarang dijajah Israel] disebut Suriah Besar yang berada dibawah pemerintahan Kekaisaran Ottoman.

Ketika mulai timbul pergolakan pada awal abad ke -20 pada Kekaisaran Ottoman, nasionalis Suriah dan Lebanon dieksekusi di Damaskus dan Beirut pada 6 Mei 1916 oleh Jamal Pasha, wali untuk Suriah Besar. Mereka dieksekusi di Marjeh Square di Damaskus dan Burj Square di Beirut. Tanggal itu kemudian diperingati sebagai Hari Syuhada.

Tahun 2014, perang Suriah telah memasuki tahun ketiga. Perlawanan Suriah terhadap terorisme internasional ini menelan korban jiwa yang tidak sedikit, baik penduduk sipil maupun tentara. Jumlah pastinya belum diketahui, hanya saja sumber-sumber pro-pemerintah Suriah mengungkap jatuhnya korban telah mencapai angka 140.000 jiwa.

Ya, di Suriah kini, para wanita menjadi janda, anak-anak menjadi yatim piatu, dan mereka kehilangan rumah, sekolah dan juga harapan. Banyak diantara mereka hidup di pengungsian.

Untuk itulah, Presiden Suriah Bashar al-Assad dan istrinya Asma al-Assad pada Hari Syuhada 6 Mei 2014 mengunjungi anak-anak para syuhada Suriah. Anak-anak itu dipeluk, dicium dan dibelai – dan kepada mereka Assad berkata,”Suriah akan selalu membanggakan para syuhada, juga keluarga para syuhada..”

Assad mengungkapkan bahwa keluarga para syuhada di Suriah adalah sumber kebanggaan, karenanya keberanian dan kekuatan mereka menjadi salah satu alasan yang paling penting bagi Suriah untuk memenangkan perjuangan melawan terorisme.

Kepada anak-anak kecil yang masih polos itu Assad menyampaikan pesan, bahwa mereka harus bangga dengan perjuangan orangtua mereka demi membela tanah air hingga rela mengorbankan jiwa raganya, “Jika semua orang yang kuat , tegas dan tidak terintimidasi seperti Anda dan keluarga Anda, kita pasti akan mendapatkan kemenangan atas teroris.”

Assad percaya diri dan meyakini bahwa Suriah akan menang dalam melawan kelompok radikal yang tengah mencabik-cabik negaranya. “Pada Hari Syuhada berikutnya, kita akan bertemu lagi, Insya Allah, bukan hanya untuk merayakan Hari Syuhada, tetapi juga untuk merayakan kemenangan Suriah atas teroris yang telah melakukan kejahatan yang paling kejam terhadap rakyat Suriah.”

Sedangkan Ibu Negara Asma al-Assad mengatakan kepada putra putri syuhada Suriah tersebut untuk meneladani perjuangan para pendahulunya, dan dijadikan inspirasi untuk bisa melakukan lebih banyak lagi untuk Suriah kelak.

Pasangan suami istri tersebut telihat begitu dekat, begitu akrab dan mesra dengan anak-anak Suriah. Ekspresi wajahnya, gerak tubuhnya terlihat natural dan tidak dibuat-buat. Mungkin, akan banyak yang bertanya-tanya, inikah sosok Bashar al-Assad yang digambarkan oleh sebagian media massa sebagai Fir’aun yang begitu kejam dan bengis membantai rakyat Suriah? (ba/LiputanIslam.com)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL