LiputanIslam.com — Meski telah berusia hampir empat puluh tahun , kecantikan Angelina Jolie, aktris pemenang Oscar ini tidak juga memudar. Hadir dengan rambut tergerai di kantor PBB, Jolie tampak mempesona. Ia hadir untuk menyampaikan kritiknya kepada PBB, yang dianggapnya hanya ‘berdiam diri’ sementara perang terus berkecamuk di Suriah. Jolie meminta PBB agar melakukan sesuatu secepatnya.

Jolie juga menyatakan bahwa perang ini, merupakan kegagalan masyarakat internasional untuk mengambil tindakan untuk Suriah, sehingga sampai hari ini, jumlah penduduk Suriah yang menjadi pengungsi lebih dari empat juta jiwa.

“PBB memiliki kewajiban, bukan berdiam diri, ketika sebuah negara berdaulat tidak lagi mampu melindungi rakyatnya. Kami berdiri bersama Suriah,” ucap Jolie.

“Kita tidak bisa melihat Suriah, dan kejahatan muncul dari debu-debu kebimbangan, dan berpikir ini bukan titik terendah dalam ketidakmampuan dunia melindungi dan menyelamatkan yang tak berdosa,” katanya.

Jolie sendiri telah berkunjung ke Suriah dan bersentuhan langsung dengan para pengungsi di sana. Kala itu, ia menyerukan agar seluruh pemimpin dunia turun tangan. Jolie mengaku bisa merasakan penderitaan para pengungsi, sebab ia melihat dengan mata kepala sendiri .”Jika tidak bisa menghentikan konflik, kita punya beban moral yang tak terelakkan untuk menolong para pengungsi dan menyediakan pengamanan,” ujar Jolie melanjutkan argumennya, seperti dikutip oleh Ace Showbiz.

Apa yang dilakukan Jolie hari ini, tentu akan mengingatkan kita pada peristiwa sebelumnya. Dina Y. Sulaeman, pengamat Timur Tengah dalam blog-nya mengungkapkan bahwa Angelina Jolie direkrut oleh PBB untuk menjadi ‘juru bicara’ bagi  ‘Humanitarian Intervention’ atau intervensi kemanusiaan atas Suriah. Humanitarian  intervention  adalah serangan militer yang dianggap ‘layak’ untuk dilakukan sebuah negara terhadap negara lain dengan alasan kemanusiaan.

Contoh konkritnya, NATO dianggap boleh menyerang Libya dan menggulingkan Ghaddafi karena konon Ghaddafi adalah diktator yang menyengsarakan rakyatnya. Kini, banyak pihak yang menyerukan serangan militer AS dan NATO ke Syria dengan alasan Assad sudah membunuhi ribuan rakyatnya.

Hal ini senada dengan analisis dari Mark Dice, seorang aktivis dan penulis asal Amerika Serikat. Ia menilai bahwa pernyataan Jolie di PBB tersebut bermakna ‘Angelina Jolie mengecam PBB karena tidak mendukung operasi militer di Suriah untuk memerangi Bashar al-Assad’. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL