LiputanIslam.com – Para pejabat berwenang dan anggota parlemen Irak mengecam atas penghancuran kota kuno Nimrud, oleh kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Padahal, di tempat inilah manusia modern dapat mengagumi kejayaan Irak dan Mesopotamia beserta peradabannya yang telah ada sejak 3.000 tahun silam.

Mesopotamia, salah satu peradaban tertua di dunia, dikenal sejak ribuan tahun silam Sebelum Masehi. Mesopotamia terletak di lembah di antara dua sungai, Tigris dan Eufrat. Daerah yang dilalui kedua sungai itu subur. Rakyat yang tinggal di wilayah itu pun makmur. Bangsa pertama dari luar Mesopotamia yang masuk ke wilayah itu adalah bangsa Sumeria, yang membangun kota-kota kuno di Mesopotamia. Menyusul bangsa Akkad, Babilonia, Assyiria, Khaldea, dan Persia. Warisan budaya dan peradaban Mesopotamia beribu-ribu tahun lalu di wilayah yang sekarang masuk wilayah Irak tersebut merupakan bukti kebesaran peradaban manusia pada masa lalu.

Nimrud yang merupakan kota kuno Assyiria yang didirikan pada abad ke-13 SM, warisan peradaban yang tak ternilai harganya ini satu per satu telah rata dengan tanah.

Rekaman video yang memperlihatkan aksi perusakan brutal terhadap warisan budaya masa lalu  juga dikecam oleh UNESCO. Namun statemen berbeda datang dari pendukung ISIS.

“Penghancuran Nimrud, kota tua Asiria di Mosul, Irak Utara disesalkan oleh pemimpin UNESCO karena dianggap sebagai penghancuran situs bersejarah yang merupakan warisan berharga bagi dunia. Sementara di mata Daulah Khilafah, Nimrud adalah pusat kesyirikan dunia, dimana terdapat banyak patung berhala yang dijadikan tuhan-tuhan pengganti yang dalam Islam diharamkan. Allahu Akbar,” tulis Al-Mustaqbal, media pendukung ISIS melalui laporannya pada 7 Maret 2015. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*