LiputanIslam.com — Mau tak mau kita harus mengakui, bahwa para pemeluk agama/ keyakinan tertentu, kerap dijadikan barometer untuk menilai ajarannya. Hingga tak jarang, akibat generalisasi seperti itu, Islam diidentikkan dengan agama ‘horor’ lantaran berbagai teroris transnasional, seperti ISIS, membawa bendera Islam.

Namun sepertinya, hal itu tidak berlaku di Kanada. Warga negara di benua Amerika ini menilai, bahwa Islam adalah agama yang membawa perdamaian, mengajarkan kebaikan dan kasih sayang. Jikapun ada yang berbuat tidak baik, maka itu murni merupakan oknum.

Itulah yang tersirat dari sebuah video singkat berikut ini, manakala 3 pemuda mencoba melihat reaksi masyarakat terhadap Islam. Untuk itu, mereka membahwa simbol-simbol anti-Islam, dan meminta masyarakat untuk mendukung agar Islam dilarang/ diboikot. Mereka beraksi di Ottawa, Kanada.

Bagaimana reaksi masyarakat Kanada?

“Anda benar-benar fanatik dan rasis. Orang-orang ini (muslim) ikut berjuang sehingga Anda bisa merasakan kemerdekaan. Kaum muslimin tidak bersalah, dan Anda bisa bicara bebas hari ini karena para pahlawan,” ujar laki-laki pertama. Ia tampak kesal, dan tidak rela Islam diperangi sedemikian rupa.

“Saya pikir itu adalah hal yang bodoh, tidak ada yang salah dengan Islam,” tolak seorang wanita.

Tiga pemuda itu lantas menghampiri seorang wanita tua, yang lagi-lagi menolak saat diajak memusuhi Islam.

“Cucu saya beragama Islam. Tidak ada kekerasan apapun,” ujar wanita itu.

“Ini benar-benar buruk. Tidak semua muslim berperilaku jahat. Saya bukan muslim, tapi saya tahu bahwa Islam adalah sebuah agama yang agung. Baik di dalam Islam maupun Kristen, selalu saja ada oknum-oknum menyimpang. Anda salah jika berlaku rasis di sini. Ini adalah Kanada. Semua budaya dan agama dirangkul.” (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL