demokrasi ekspor paling mematikanJudul Buku : Demokrasi: Ekspor Amerika Paling Mematikan

Penulis  : William Blum

Tahun Terbit : 2013 (terjemahan)

Penerbit :  Bentang

Tebal  : 460 Halaman

“Rahasia untuk memahami kebijakan luar negeri Amerika Serikat adalah tidak ada rahasia,” demikian kalimat pertama yang ditulis oleh William Blum dalam bukunya ini. Menurut Blum, jika kita menyadari prinsip utama bahwa AS berupaya untuk mendominasi dunia, dan untuk tujuan ini AS akan menghalalkan segala cara, maka dengan mudah kita akan menganalisis berbagai  kebijakan Washington. Blum menyodorkan data-data sebagai bukti dari pernyataannya ini, antara lain:

-sejak berakhirnya PD II, AS telah berupaya keras untuk menggulingkan lebih dari 50 pemerintahan di luar negeri yang kebanyakan dipilih secara demokratis

-AS ikut campur dalam pemilu di lebih dari 30 negara

-AS terlibat dalam upaya pembunuhan lebih dari 50 pemimpin negara-negara asing

-AS terlibat dalam pengeboman manusia di lebih dari 30 negara

-AS terlibat dalam upaya represi atas gerakan rakyat atau nasionalis di 20 negara

Dalam aksi-aksi militernya, AS berlindung di bawah jargon ‘pre-emptive strike’ atau serangan pencegahan. Blum menjelaskannya dengan kalimat parodi, seolah-olah AS berkata, “Pak, saya membunuh dia atas dasar pembelaan diri! Hidup saya dalam ancaman bahaya! Dia mengancam saya dengan senjata berpeluru!”

Ketika dikatakan kepada AS, “Kami telah memerika tubuhnya, tidak ada senjata,”  AS menjawab: “Ya, dia tadi berpikir untuk  membeli senjata suatu hari nanti.”

Ini persis seperti konflik nuklir Iran: AS dan sekutunya Israel berkeras mengambargo (bahkan mengancam serangan militer)  Iran bukan karena telah ditemukan bukti-bukti adanya senjata nuklir yang dibuat Iran, tetap karena menuduh Iran berpikir (berencana) untuk membuat senjata nuklir.

Selanjutnya, Blum menjelaskan panjang lebar apa saja dosa-dosa AS di berbagai negara, yang dilakukan di bawah propaganda demokrasi. Misalnya, untuk mendemokratisasi Irak, AS mempelopori embargo atas negeri Seribu Satu Malam itu selama 12 tahun. Akibatnya, 400.000 anak-anak Irak kekurangan protein akut. Setelah Irak sedemikian lemah, pada 2003, tanpa izin PBB AS pun menyerang Irak dengan alasan ‘pencegahan’. Konon Irak punya senjata biologis yang mengancam keselamatan AS. Sampai hari ini, tak ditemukan senjata biologis itu. Namun rakyat Irak telah menerima akibatnya, mereka menderita lebih dari dua puluh tahun di bawah bendera demokrasi ala AS.

Blum menulis buku ini untuk menyadarkan rakyat AS agar lebih consern pada kebijakan luar negeri pemerintah mereka; karena berbagai kebijakan luar negeri AS telah menjatuhkan korban sangat banyak di luar negeri dan mengorbankan kesejahteraan rakyat AS sendiri karena uang negara dihamburkan untuk perang. Menurut Blum, yang bisa dilakukan rakyat AS untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengedukasi diri sendiri, dan sebanyak mungkin orang. Istilah lainnya, agaknya: membangun kesadaran bersama, lalu bergerak menuju perbaikan. Jangan biarkan pemerintah bertindak seenaknya demi kepentingan segelintir elit. Dan saran Blum ini, sangat cocok juga buat kita, rakyat Indonesia.(Fatma/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL