LiputanIslam.com — Perlawanan terhadap Rezim Zionis Israel semakin meluas, dan kini, ada cara baru untuk memboikot produk Israel dengan menggunakan aplikasi yang tersedia pada Android. Berawal dari diunggahnya video di YouTube dengan judul “Boycott Israel Using The ‘BUYCOTT’ App”, kini aplikasi tersebut telah banyak disebarkan di media sosial.

Video ini menghadirkan tutorial cara penggunaan aplikasi, untuk mendeteksi dengan mudah berbagai produk yang beredar. Selama ini, tidak banyak masyarakat yang mampu mengingat dengan baik, produk-produk apa saja yang memiliki keterkaitan dengan Zionis Israel.

Langkah pertama, pastikan smartphone Anda berbasis Android. Lalu, Anda bisa mengunduh aplikasi “Buycott App” di Store App.Ikuti langkah-langkahnya, dan aplikasi ini juga bisa langsung disebarkan di jejaring sosial Facebook.

Cara menggunakan aplikasi ini adalah dengan mengaktifkan aplikasi dan melakukan scan pada barcode produk. Persis seperti yang kita lihat di kasir-kasir toko, yaitu mendekatkan barcode produk pada alat deteksi. Dalam video ini, produk yang barcode-nya discan adalah Nescafe, dan hasilnya scan, menunjukkan bahwa Nescafe, merupakan bagian dari L’oreal Company, yang memiliki keterkaitan dengan Israel.

Cara ini praktis, karena hanya menggunakan Smartphone. Sehingga jika kita hendak berbelanja, dengan aplikasi Buycott Israel, kita terlebih dahulu bisa memastikan bahwa profit dari produk yang kita beli, tidak digunakan untuk membantai saudara-saudara kita di Palestina.

Apa dampak boikot dunia internasional kepada Israel?

Dari laporan Republika, yang mengutip dari media Israel – menyatakan hasil analisis para pakar atas efek yang timbul dari boikot komunitas internasional terhadap produk Israel. Kabarnya, boikot ini membawa kerugian ekonomi yang cukup besar.

Harian Al Hayat, Minggu (23/2), mengabarkan, Israel mengalami kerugian sedikitnya 8 miliar dollar AS tahun 2013 akibat boikot tersebut. Aksi boikot terbesar dilakukan negara-negara Eropa, disusul Amerika Serikat. Ekspor komoditas dari Israel ke mancanegara menurun hingga 20 persen sepanjang tahun 2013. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL