total-forgiveness-mizaniaJudul : Total Forgiveness (Menghapus Kemarahan dan Meraih Kembali Damai Hati
Penulis : Moch. Fakhruroji

Penerbit : Mizania

Tebal : 174 halaman

 

Dalam bahasa agama (Islam), damai sering diistilahkan dengan ishlah, yang sering ditandai dengan saling memaafkan. Ini merupakan nilai-nilai moral agama yang cinta pada kedamaian dan keharmonisan hidup. Bahkan dalam sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW sering diceritakan bahwa kemuliaan beliau adalah memaafkan orang yang memperlakukannya tidak adil. Salah satu peristiwa yang membuktikan hal ini adalah peristiwa futuh mekkah (pembebasan, bukan penaklukan Mekah). Bukannya menghukum musuh-musuhnya yang selama ini berusaha membinasakannya, Nabi malah memaafkan mereka.

Kita sering dihdapakan pada situasi yang sulit. Di satu sisi ingin sekali memaafkan, tetapi di sisi lain kita kembali berpikir untuk membiarkan rasa dendam itu tetap bercokol di hati kita.

Perlu disadari bahwa menyimpan amarah dalam hati justru akan merugikan diri sendiri. Lantaran amarah yang kita tumpuk dalam hati akan naik ke otak yang dihantar darah, dan akibatnya kita tidak bisa mendapatkan ketenangan. Amarah itu menjadi dendam yang semakin subur dan semakin menyiksa.  Dalam pergaulan,  kemarahan cenderung menjauhkan orang dari diri kita karena kemarahan cenderung menumbulkan rasa tidak senang dari orang, sedangkan sabar menimbulkan rasa senang  (hal. 32)

Dalam buku ini, penulis memaparkan cara-cara menghapus dendam yang langkah awalnya adalah memaafkan kesalahan orang lain. Ada formula ampuh yang ditawarkan penulis untuk memafkan, yaitu recall, empathize, altrustic, commit, dan hold.

Memaafkan adalah tindakan mengontrol diri yang akan mendatangkan efek lebih sehat, lebih damai, dan lebih bahagia. Keutamaan memaafkan banyak disebutkan dalam Al Quran, antara lain Al A’raf ayat 199: Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.  Ayat ini mengisyaratkan bahwa manusia diperintahkan untuk menjadi pemaaf, dan pemaaf adalah sifat mulia yang akan menjadi teladan banyak orang. Dan setelah memafkan, Allah menyuruh kita untuk mengerjakan kebaikan. Ini sekligus isyarat bahwa untuk mengajak orang lain ke arah kebaikan, harus dimulai dari diri sendiri, mengendalikan emosi, menghapus dendam, dan bersikap pemaaf (hal. 154-155)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL