LiputanIslam.com — Hari ini, 14 Desember 2014, dengan menggunakan Pesawat Angkatan Udara Presiden Jokowi bersama mentri-menteri pembantunya mengunjungi korban tanah longsor di Banjarnegara. Musibah menyedihkan kali ini mengingatkan kita pada kejadian serupa delapan tahun lalu, 4 Januari 2006 di Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara. Musibah terdahulu dikunjungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kali ini dikunjungi Presiden Jokowi. Semoga tidak menjadi bencana rutin.

Kunjungan Presiden sebagai tanda simpati kepada keluarga korban atau bahkan dalam rangka memberi bantuan pada para penyintas (survivors) di lokasi, tentu sangat dibutuhkan. Namun upaya yang jauh lebih penting dilakukan adalah merancang kebijakan massive untuk mencegah berulangnya kejadian serupa setelah kunjungan ini dilakulan. (Baca juga: Presiden Jokowi Minta Korban Longsor Dievakuasi Secepatnya)

Salah satu upaya penting adalah melakukan penghutanan wilayah wilayah rawan longsor dengan segera. Berdasarkan pengalaman banyak pihak, gerakan penghutanan hanya dapat dilakukan dengan mengikutsertakan berbagai kementrian, sinergi dengan pemerintah daerah dan juga masyarakat. Gerakan penghutanan harus dilakukan secara partisipatif dan integratif. Gerakan ini akan berhasil bila semua sektor pemerintah dilibatkan agar cara kerja tidak terjerat pada sistem kerja tersekat yang dalam birokrasi disebut tugas tugas yang terbagi dalam TUPOKSI (Tugas Pokok dan Fungsi) masing-masing kementrian dan badan pemerintah.

Untuk jelasnya, saya ingin menayangkan kembali video yang menggambarkan bagaimana upaya integratif dan partisipatif penghijauan dan penghutanan sebuah wilayah di Banjarnegara dilakukan. Ini sekedar contoh upaya kecil yang dilakukan dengan dana terbatas dalam lingkup kerja yang terbatas pula.

Semoga Presiden Jokowi bersama para menterinya dapat mencanangkan penghutanan wilayah wilayah kritis di Banjarnegara dan juga seluruh daerah kritis lain di Indonesia. Semoga Presiden yang sarjana kehutanan UGM ini benar-benar tergerak mengamalkan ilmunya. (Imam B. Prasodjo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL