LiputanIslam.com – Menuliskan ini, rasanya malu. Kok yang diadu bukan gagasan atau ide cemerlang, melainkan sikap anarkis yang sama sekali tidak mencerminkan budaya bangsa. Tapi apa mau dikata, ini fakta.

Beberapa bulan yang lalu, TV-One menyebut PDI Perjuangan sebagai partai yang disinyalir terkait komunis. Tidak terima dengan pernyataan itu, massa yang mengklaim diri sebagai kader/ simpatisan PDI Perjuangan mengamuk di Kantor TV-One. (Baca: Disebut Komunis, Kader Banteng Mengamuk di Kantor TV One)

Dindingnya, mereka coret-coret dengan kata-kata makian yang tak layak. Pintunya, mereka sekat dengan kayu dan bambu. Lantainya pun tak luput dari sasaran kemarahan. Tentu, hal itu telah menodai perhelatan demokrasi yang seharusnya, berjalan dengan damai.

Belum bersih noda itu, kini hendak diulang. Tapi bukan oleh pendukung Jokowi, melainkan oleh pendukung Prabowo.

Dari laporan Tribunnews, ribuan orang pendukung Prabowo Subianto masih melakukan aksi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi di Jalan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat. Aksi mereka yang selain terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), para massa juga mengancam akan membakar kantor Metro TV.

Menurut salah seorang orator di mobil komando aksi di depan Gedung MK, pihaknya merasa kecewa terhadap pemberitaan yang ditayangkan Metro  TV, lantaran mencoba mendzolimi Prabowo Subianto – Hatta Rajasa selama kampanye dan Pilpres 2014.

“Metro TV itu anjing! Media itu doyan mengolok-olok calon pemimpin kita yang terbaik! Kita bakar kantor Metro TV nanti! Setuju kawan-kawaaan!” teriak salah seorang orator aksi.

Ribuan orang pendukung Prabowo-Hatta ini pun serentak mengatakan “setujuuu!” di Jalan Merdeka Barat. Bahkan, sambil mengibarkan bendera, para massa ini sempat berulang-ulang kali mengatakan “anjing” untuk Metro TV.

Namun kabar baiknya, pendukung Prabowo masih dalam batas “mengajak membakar kantor Metro TV dan memaki-maki”, sementara pendukung Jokowi, jauh lebih anarkis dengan mencoret-coret dan menyegel Kantor TV-One.

Tentunya, kita berharap, pendukung Prabowo tidak benar-benar melakukan ancamannya. Karena menang dalam adu brutal, bukanlah sebuah prestasi.

Pendukung Jokowi, hampir bisa dipastikan akan membenci TV-One, yang selama ini beritanya selalu mengangkat Prabowo dan menjatuhkan Jokowi. Sementara pendukung Prabowo, bisa dipastikan akan membenci Metro TV, yang selalu mengangkat Jokowi dan menjatuhkan Prabowo. Sedangkan KPI, telah memberikan warning kepada dua televisi tersebut, agar lebih berimbang dalam menyajikan berita.

Tapi mudah-mudahan ada yang masih ingat, bahwa Surya Paloh (pemilik Metro TV)  dan Abu Rizal Bakrie (pemilik TV One), adalah teman seperjuangan yang bersama-sama pernah berada di Partai Golkar. Kalaupun saat ini mereka berseberangan lantaran politik sesaat, bukan tak mungkin cinta lama mereka akan kembali bersemayam.

Sudahlah, tidak ada yang perlu dibela dan dibenci mati-matian, kawan! Sayyidina Ali bin abi Thalib pernah berkata, “Cintailah orang yang kau cintai sekedarnya saja; siapa tahu – pada suatu hari kelak – ia akan berbalik menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sekadarnya saja; siapa tahu – pada suatu hari kelak – ia akan menjadi orang yang kaucintai.” (Khadija/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL