Liputan Jkt 5

Boikot Israel, Foto: LI

Jakarta, LiputanIslam.com — Sejak pukul 14.00 WIB (26/07), ribuan massa tumpah ruah di depan Kedubes AS. Di tengah kerumunan itu terdapat mobil bak terbuka berwarna kuning yang berisi sound systems.Beberapa orator tampak silih berganti menyampaikan orasi yang berapi-api.  Mereka mengajak para peserta yang hadir untuk meneriakkan seruan: “Hancur Amerika! Hancur Israel! Amerika musuh Allah! Israel Musuh Allah! Bebaskan Palestina!” sambil jari telunjuk mengarah ke gedung di hadapan mereka yang dipagari tembok putih besar dengan kawat berduri.Tak lupa mereka sesekali mengumandangkan takbir dan tahlil dengan tangan terkepal.

Aksi turun ke jalan pada saat bulan puasa begitu mengherankan para pengendara yang melewati kawasan Medan Merdeka. “Saya kaget kok puasa-puasa ada massa berkumpul, saya pikir ada demo mengenai hasil pemilu kemarin, tapi kok di depan Kedubes AS, kenapa tidak di depan KPU atau Bawaslu yang tak jauh dari sini?” ungkap Ridwan, salah satu pengendara motor, heran.

Terlebih lagi hari itu bertepatan dengan Jum’at terakhir Ramadhan, yang mana tiap Muslim mempersiapkan diri untuk menyambut Idul Fitri.Seperti dilontarkan oleh Santi, wanita paruh baya yang mengamati aksi tersebut dari kejauhan, “Kalau menurut saya pasti ada hal penting yang disampaikan pada demo itu, mengapa mesti capek-capek berdiri lama?Kan mendingan menyiapkan lebaran di rumah!”

Orasi di Demo Al-Quds, foto: LI

Orasi di Demo Al-Quds, foto: LI

Aksi ini bukanlah demonstrasi politik pasca-pemilu Presiden,tapi merupakan  Solidaritas Muslim Indonesia bagi Bangsa Palestina. Tampak beragam poster dan spanduk berbagai ukuran bertuliskan “Free Gaza! Free Palestine”, “See me! The Story of Gaza; You are Not Told”, “The Crimes of The Israel Occupation in the State of Palestine Killing Children”, “Boycott Apartheid-Israel”, dan kutukan lainnya terhadap Zionis Israel diarak oleh massa.

Selain itu, bendera Palestina dan Indonesia berkibar berdampingan.Itu merupakan simbol kepedulian rakyat Indonesia terhadap bangsa Palestina.Kedua bendera tersebut dikenakan sebagai atribut yang melekat di tubuh para demonstran.Gambar bendera Palestina pun dilukiskan di wajah dan tangan mereka.

Cuaca siang ini memang bersahabat seolah mengamini langkah para peserta aksi perjuangan mereka untuk menegakkan keadilan di Palestina, serta melenyapkan kezaliman Zionis-Israel.Matahari tetap bersinar, tapi tidak seterik biasanya.Angin pun berhembus sepoi-sepoi menyapu keringat yang bercucuran karena berdesak-desakan.“Saya bersyukur siang ini tidak sepanas tahun sebelumnya, walaupun kami tetap keringatan, tapi setidaknya tidak terbakar.Insya Allah kami tetap kuat melaksanakan puasa hari ini,” ujar Zahra, salah satu peserta dari Jakarta.

Perlawanan terhadap Zionis Israel, Perlawanan terhadap Kezaliman 

Iring-iringan demosntran, foto: LI

Iring-iringan demosntran, foto: LI

Acara demo diisi dengan orasi dari beberapa orang. Umumnya mereka sepakat bahwa Amerika Serikat adalah dalang yang mendukung agresi Israel terhadap Palestina. Tanpa dukungan AS dan negara-negara Barat, Israel tak mungkin bisa tegak berdiri hingga hari ini. AS setiap tahunnya menyumbang milyaran dollar untuk Israel. AS juga yang selalu memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang ingin bertindak keras atas berbagai kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel di Palestina.

Tak heran bila Teddy, komandan orasi, mengajak para demonstran untuk meneriakkan yel-yel: “Al maut Amerika! Al maut Israel! Amerika Setan Besar! Mampus Amerika! Mampus Israel!”

Memang kata-kata tersebut terdengar kasar, tapi apa kata yang layak dikenakan bagi kebiadaban Israel terhadap rakyat Palestina, yang mayoritas adalah perempuan dan anak-anak. Seperti diungkapkan oleh Sundari, “Apa kata yang tepat untuk Zionis-Israel? Mereka telah merampas tanah Palestina, membunuh puluhan ribu rakyat sipil. Sungguh kezaliman yang nyata!”

Penentangan terhadap kezaliman di muka bumi ini merupakan seruan kemanusiaan. Hal tersebut seperti diungkapkan Ust.Safinuddin, salah satu orator yang pernah menjabat sebagai Ketua PB HMI, “Ini merupakan isu kemanusiaan yang digaungkan seluruh agama; Islam, Nasrani, dan Yahudi. Siapa saja yang memiliki hati nurani pasti sepakat bahwa kebiadaban Israel harus dihapuskan, serta akan mendukung perjuangan bangsa Palestina.”

Orator lainnya, Dr. Muhsin Labib dengan berapi-api berseru, “Wahai para jurnalis, angkatlah berita sesuai fakta! Kami menyuarakan kemerdekaan bagi bangsa Palestina yang mengalami ketertindasan. Janganlah memfokuskan pada isu sektarian! Lawan penindasan! Lawan kezaliman! Mampus kapitalis!”

Kerumunan demosntran, foto: LI

Kerumunan demosntran, foto: LI

Palestina Pasti Menang, Israel Akan Musnah

Di akhir acara, panitia Aksi Solidaritas bagi Bangsa Palestina menyampaikan pernyataan sikap, yaitu: Pertama,mendukung kemerdekaan Tanah Historis Palestina dari penjajahan Zionis-Israel, termasuk pelaksanaan hak pulang pengungsi Palestina tanpa syarat, sebab hal ini merupakan solusi satu-satunya bagi persoalan di Palestina; Kedua, mendukung pengadopsian kembali resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa nomor 3379 yang menyatakan Zionisme adalah rasisme; Ketiga, menentang keterlibatan Pemerintah Indonesia dalam setiap proyek politik atas nama “proses perdamaian” karena melanggar Undang-undang Dasar 1945 yang tak mengakui segala bentuk penjajahan di muka bumi, termasuk penjajahan Zionisme-Israel atas Palestina; Keempat, menentang hubungan Pemerintah Indonesia, baik di sektor ekonomi, politik, budaya dengan Zionis-Israel dan segala entitas yang mendukung penjajahan di Palestina; Kelima, mendukung gerakan Internasional Boikot, Disvestasi, dan Sanksi (BDS) atas rezim Israel; Keenam, menyuarakan kepada warga dunia yang cinta keadilan untuk bangkit dan bersatu memperkuat barisan dalam solidaritas bagi Palestina dan bangsa tertindas lain di seluruh dunia.

Setelah kurang lebih dua jam mendengarkan orasi, massa melakukanlong march dari Kedubes AS menuju bundaran Hotel Indonesia melalu Jalan Thamrin.Sepanjang jalan mereka meneriakkan yel-yel dukungan terhadap Palestina, serta pengutukan terhadap Zionis-Israel dan Palestina. Tampak masyarakat sekitar,yang notabene karyawan perkantoran di bilangan Thamrin,memperhatikan parade aksi tersebut dengan penuh keingintahuan.

Foto: LI

Foto: LI

Sesampainya di bundaran HI, peserta melingkar memenuhi lokasi air mancur, seraya mendengarkan orasi Husein Shahab, M.A., yang mengungkapkan bahwa Indonesia bukanlah satu-satunya Negara yang menyelenggarakan peringatan al-Quds.

“Di 200 kota di seluruh dunia pada Jum’at terakhir bulan Ramadhan ini keluar dari rumah mereka untuk berunjuk rasa mengutuk agresi Israel. Bahkan di Perancis dan Inggris, massa lebih banyak dari Indonesia. Tapi saya bersyukur karena aksi ini bisa diselenggarakan di beberapa kota, seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Lampung, Makassar, Balikpapan dan lainnya. Semoga di massa mendatang semakin banyak rakyat Indonesia yang sadar akan hal ini.”

Kemudian, ia mengajak para peserta aksi untuk doa bersama, yaitu doa persatuan umat. Tampak mereka khusyuk berdoa dengan bergandengan tangan, sambil menadahkan kepala ke langit.

Terakhir, Ir. Mujtahid Hasyim selaku direktur VOP menyatakan bahwa hari Internasional al-Quds adalah hari untuk kaum tertindas di dunia.

“Kami menyerukan agar kita tidak melupakan janji suci ini sebagai kewajiban membela kaum tertindas dan menjunjung tinggi kemerdekaan. Semoga janji Anda akan menjadi syafa’at bagi orang tua yang sudah mendahului kita tanpa pemahaman terhadap perjuangan ini. Semoga anak-anak kita kelak bisa melanjutkan perjuangan kita hingga menyaksikan keruntuhan rezim Zionis-Israel. Janganlah seperti Qatar, Mesir, Turki yang justru bekerja sama dengan Israel! Semoga Tuhan membantu bangsa Palestina yang terzalimi,” kata Mujtahid.

Peringatan al-Quds di Jakarta tahun 2014 memang lebih semarak dari sebelumnya, dihadiri sekitar 3000 orang. Bulan Ramadhan memang menjadi momentum bagi Muslim untuk mengusung keadilan sebagai misi Ilahiah yang dibawa Rasulullah SAW. Seperti yang disampaikan Indah, salah satu peserta dari Tanggerang. ”Saya merasa terpanggil untuk mengikuti aksi ini karena muak melihat kebiadaban tentara Israel yang menyerang bangsa Palestina pada bulan Ramadhan ini. Semoga Allah memberikan balasan terhadap puasa dan jihad mereka dengan pahala berlipat ganda,” ujarnya dengan mata duka. (Zainab/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL