masjid Salman ITB (foto: LI)

masjid Salman ITB (foto: LI)

LiputanIslam.com—Siang itu, masjid Salman ITB dipenuhi mahasiswa dan masyarakat umum yang antusias mendengarkan ceramah singkat dari Syekh Ikrimah Shabri, Imam Masjid Al Aqsha dan Presiden Dewan Tinggi Islam di Yerusalem. Usai menunaikan sholat Zuhur berjamaah, Syekh Ikrimah memulai ceramahnya dengan menyatakan rasa bahagianya dapat hadir di tengah para mahasiswa, yang membuatnya terkenang pada masa mudanya saat menimba ilmu. Beliau juga mengutip hadis Rasulullah bahwa yang menolong Islam adalah kaum pemuda.

Selanjutnya, Syekh Ikrimah menekankan bahwa Masjid Al Aqsa (Masjidil Aqsa) adalah milik semua Muslimin. Pembelaan terhadap Masjidil Aqsa adalah salah satu bukti keimanan karena masjid mulia ini dulu pernah menjadi kiblat pertama umat Islam. Masjidil Aqsa adalah masjid yang paling mulia, bersama dengan Masjidil Haram (Mekah) dan Masjid Nabawi (Madinah), serta memiliki keterikatan kuat dengan langit Allah, karena berperan penting dalam peristiwa Isra’Mi’raj.

syekh ikrimah masjid salman2“Berkat keberadaan Masjidil Aqsa, umat Muslim sedunia merasa memiliki ikatan batin yang kuat dengan bangsa Palestina dan memberikan dukungan penuh bagi kemerdekaan Palestina. Untuk itulah kaum Zionis tak henti-hentinya berupaya menghancurkan Masjidil Aqsa, yaitu agar keterikatan umat Muslim sedunia dengan Palestina terputus,” ungkap Syekh Ikrimah.

Al Aqsa Membuktikan Bahwa Islam Agama Damai

Sebagaimana kita ketahui dari catatan sejarah, Masjidil Aqsa pada didirikan oleh Khalifah Umar bin Khattab ra, yang menaklukkan Yerusalem sekitar tahun 700-an Masehi. Saat itu, tidak ada satu tetes darah pun yang tertumpah. Islam masuk ke Yerusalem dengan damai, jelas Syekh Ikrimah.

Masjidil Aqsa (foto:wikipedia)

Masjidil Aqsa (foto:wikipedia)

Kemudian, pada tahun 1099, Yerusalem jatuh ke tangan Pasukan Salib, yang membantai umat Muslim. Salahudin Al Ayyubi merebut kembali kota itu dan tidak melakukukan pembalasan dendam, justru sebaliknya memberikan perlindungan kepada kaum Nasrani.

“Ini membuktikan bahwa ajaran Islam adalah ajaran damai, toleransi, dan menghormati sesama manusia, tidak sebagaimana yang dituduhkan Barat bahwa Islam adalah agama teroris,” tegas Syekh Ikrimah.

Saat ini, Kota Lama Yerusalem berada di bawah pengawasan Israel, tetapi masjid ini tetap berada di bawah perwalian lembaga wakaf Islam pimpinan orang Palestina. Namun, kaum Yahudi Israel tak henti-hentinya berupaya merebut Masjidil Aqsa. Pada tanggal 21 Agustus 1969, mereka membakar masjid mulia ini, sehingga membuat marah umat Muslim sedunia. Kejadian itu telah mendorong berdirinya Organisasi Konferensi Islam yang saat ini beranggotakan 57 negara.

Israel berusaha memaksakan agar kaum Yahudi dapat menjalankan ritual di kompleks Al-Aqsa. Mereka sewaktu-waktu menutup Masjid Al-Aqsa dan melarang kaum Muslimin masuk. Sebaliknya, pemukim Yahudi dibebaskan masuk ke kawasan tersebut.  Yahudi menyebut kompleks Al-Aqsa sebagai Temple Mount, atau kuil suci dan mengklaim di lahan tersebut terdapat Kuil Sulaiman. [Baca juga: Bagaimana Al Aqsha Bisa Direbut Bila Umat Saling Mengkafirkan?]

syekh ikrimah di Salman

Syekh ikrimah di Salman (foto: LI)

Syekh Ikrimah: Ulama Toleran

Syekh Ikrimah Shabri adalah ulama yang gigih membela perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina. Beliau juga seorang ulama toleran dan penanda tangan Risalah Amman. Pada tahun lalu, beliau menyeru warga Palestina agar berbondong-bondong hadir di Masjidil Aqsa untuk merayakan hari kelahiran Nabi, 12 Rabiul Awal.

“Kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kehadiran kita di Masjidil Aqsa dan merayakan Maulid dengan membacakan kisah-kisah kehidupan Nabi Muhammad kepada anak-anak,” kata Syekh Ikrimah (21/12/2015).

Di akhir ceramahnya, Syekh Ikrimah menasehati para mahasiswa yang hadir agar memanfaatkan waktu sebaik mungkin dalam menuntut ilmu.

“Kaum Muslimin bisa bangkit bila memiliki kekuatan ilmu,” tegasnya. (dw/mr)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL