Peserta muktamar, foto: LI

Peserta muktamar, foto: LI

Depok akhirnya terpilih sebagai tempat untuk dilangsungkannya Muktamar I Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara, yang awalnya, direncanakan akan diselenggarakan di Jakarta.  Acara ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta, termasuk dai dari 11 negara di Asia Tenggara.

“Kan tidak pantas jika acara seperti ini dibuka oleh Gubernur Ahok,” jelas panitia, saat ditanya mengapa acara tidak dilangsungkan di ibukota.

Tampak hadir para pemuka agama seperti Dr. KH Ma’ruf Amin (MUI), Fahmi Salim (MUI), Dr. Hidayat Nur Wahid (PKS-Wakil Ketua MPR)), dan Dr. Muimuddin (MIUMI). Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang dijadwalkan akan membuka acara, tidak jadi hadir.

Tanpa Basmallah dan Shodaqallahuladzim

Foto: LI

Foto: LI

Acara dimulai pada pukul 9.00 WIB di Hotel Santika Depok, dan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an.  Saat disimak dengan seksama, ada hal yang tidak biasa, karena pembacaan ini hanya diawali dengan ta’awudz, dan saat selesai, langsung ditutup dengan salam, tanpa shodaqallahuladzim.  Sebelumnya, LI juga menjumpai hal seperti ini dalam acara yang berbeda, yaitu saat pengukuhan pengurus ormas Wahdah Islamyah di Masjid Walikota Depok.

Sambutan pertama disampaikan oleh kata sambutan Ketua Pelaksana Muktamar,  Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin. Ia yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MIUMI Pusat mengharapkan agar muktamar ini mampu turut berkontribusi bagi negara-negara ASEAN.

“Kita harus hadir dalam turut membimbing masyarakat, dengan ilmu dan akhlak Islam,” ucapnya.

Tak luput, ia juga mengingatkan dengan adanya bahaya Syiah. Karena itulah, forum ini harus menjadi wadah bagi untuk memperkokoh kerjasama antar negara, guna mencegah perselisihan dan pertikaian di negara-negara ASEAN.

Walikota Depok, Berharap Mendapat Penghargaan MUI

KH Ma'aruf Amin, foto: LI

KH Ma’aruf Amin, foto: LI

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh oleh Dr. Nur Mahmudi Ismail yang merupakan Walikota Depok. Ia menyampaikan apresiasinya karena Depok dipilih sebagai tuan rumah acara muktamar yang lingkupnya Asia Tenggara. Ia berharap Depok menjadi kota peradaban dan religius.

“Saya juga berharap Depok mendapatkan penghargaan dari MUI Pusat terkait Perda Syariah terkait dilarangnya minuman keras di wilayah ini,” harapnya.

Sambutan juga disampaikan oleh KH Ma’aruf Amin, dan Dr Hidayat Nur Wahid. Keduanya mengajak persatuan ummat, yang harus semakin dieratkan di kawasan Asia Tenggara.

“Corak Islam di Asia Tenggara berbeda dengan negara-negara lainnya yang penuh konflik. Kita maju dalam peradaban, ramah, dan moderat, “ ucap Hidayat Nur Wahid.

Teks deklarasi

Teks deklarasi

Acara dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi, yang dilakukan oleh inisiator, dan ditutup dengan do’a oleh KH Ma’aruf Amin. Berikut ini, isi deklarasi;

Poin Al-Bayan (Penjelasan)

  1. Ikatan Ulama dan Dai se-Asia Tenggara sangat menyayangkan sekali dengan terjadinya tragedi atau kejadian menyedihkan yang menimpa Muslimin Rohingya. Di saat dunia dunia berusaha untuk merealisasikan nilai-nilai persamaan, persaudaraan, dan penegakan hak-hak asasi manusia, mereka diusir, harta mereka dicuri, diperlakukan dengan kejam hingga dibunuh secara tidak manusiawi.
  2.  Ikatan Ulama dan Dai se-Asia Tenggara sangat menyayangkan sekali dengan pemaksaan, kezaliman, dan fitnah yang menimpa rakyat Suriah dan Irak.
  3. Ikatan Ulama dan Dai se-Asia Tenggara sangat menyayangkan sekali dengan kondisi yang terjadi pada muslimin Palestina yang senantiasa mereka itu menjadi korban kekerasan dan kezaliman Zionis.
  4.  Ikatan Ulama dan Dai se- Asia Tenggara sangat menyayangkan sekali terhadap seluruh kejadian yang menimpa umat, diantaranya krisis moral, ruhiyah, dan nilai-nilai kemanusiaan. Hal itu terjadi karena jauhnya mereka dari ajaran-ajaran agama mereka yang bersumber dari langit, menyebarnya paham liberalisme, sekulerisme, Rafidhah, Ahmadiyah, pengingkaran terhadap Sunnah, dan berbagai kesesatan-kesesatan serta kemunkaran-kemunkaran.
  5.  Ikatan Ulama dan Dai se- Asia Tenggara mengutuk terhadap yang dilakukan Daulah Islamiyah (ISIS) yang berdalih mengharuskan untuk menguasai wilayah muslimin di Suriah dan Irak dan mengecam berbagai aktifitas-aktifitas kekejaman yang menimbulkan perpecahan merata diantara barisan-barisan muslimin dan penyimpangan makna jihad yang menyebabkan intervensi Amerika dan sekutunya terhadap negara-negara muslimin di kawasan.
  6. Mengutuk atau mengecam politik Amerika dan sekutunya terhadap praktik perpolitikan ganda mereka dalam memerangi teroris dan menghukum para pelanggar hak-hak asasi manusia.
  7. Mendukung berbagai usaha-usaha muslimin di Myanmar, Filipina, Thailand dan Palestina untuk mencapai hak-hak mereka dalam urusan politik, ekonomi, pendidikan, dan perundang-undangan bersamaan dengan menjaga persatuan dan kesatuan negara.
  8. Mendukung berbagai usaha yang dilakukan pihak pemerintah Indonesia dan negara-negara Asean dalam merealisasikan perdamaian dan persatuan kawasan agar negara-negara Asean dapat mencapai kemajuan, kestabilan atau kemapanan, keadilan, kemakmuran dengan menghormati hak-hak asasi manusia.

Poin Al-Nida (Ajakan)

  1.  Ikatan Ulama dan Dai se- Asia Tenggara menyerukan pemerintah indonesia sebagai negara terbesar dunia yang penduduknya beragama islam untuk memainkan peranan strategisnya dalam membina perdamaian baik itu ditingkat kawasan ( Asean) maupun internasional dalam membangun peradaban dunia yang berasaskan atas ajaran-ajaran islam yang tinggi, bijaksana dan yang diterima ( diakui)
  2. Menyerukan kepada pemerintah Myanmar secara khusus dan pada para pemimpin negara-negara Asean untuk turut serta menyelesaikan kasus Rohingya dengan memberikan hak-hak mereka yang sah sehingga mereka dapat menikmati hidup yang layak, terhormat sebagaimana saudara-saudara mereka di kawasan.
  3.  Menyerukan kepada segenap organisasi, badan-badan dakwah, para ulama dan pendakwah untuk berperan serta dalam merealisasikan perdamaian di kawasan, membendung berbagai kerenggangan dan perpecahan dengan saling bekerjasama dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial, ekonomi yang berdasarkan syariat Islam.
  4. Menyerukan kepada OKI agar memaksimalkan peranannya dalam menciptakan perdamaian, persamaan, persatuan, menjaga hubungannya antar sesama negara-negara Islam.
  5. Menyerukan dewan keamanan PBB agar memantau pelaksanaan perjanjian perdamaian antar Yahudi dan Palestina dan memberhentikan berbagai tindak pidana Yahudi terhadap bangsa Palestina
  6. Menyerukan kepada segenap para pemimpin negara-negara Islam untuk mencari solusi optimal dan jalan yang bijaksana untuk menyelesaikan berbagai problematika Suriah dan Irak, diantara mengatasi permasalahan ISIS, mengabulkan prinsip-prinsip keadilan dan kemanusiaan serta menjaga hak-hak warga sipil.
  7. Menyerukan kepada para pemimpin negara -negara Islam dunia untuk kembali kepada prinsip-prinsip Islam yang Agung dan membangun peradaban yang berpusat pada pendirian ketauhidan, kesetaraan, perdamaian, keadilan dan HAM

Poin Rekomendasi

  1. Hendaknya berpegang teguh pada ajaran Ahlusunnah wal Jamaah yang telah diikuti orang-orang terdahulu, kaum Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan, yaitu para ulama yang diakui keadilan, kepemimpinannya, yang membangun kemoderatan dalam pemikiran dan amal, konsentrasi dalam permasalahan menetapkan yang hak dan membatilkan yang bukan hak, dan menekankan pentingnya kesetiaan dan pelepasan berasaskan tauhid
  2. Mengapresiasi pentingnya peningkatan dalam ilmu pengetahuan, akhlak, amal untuk mencapai kemajuan dalam berhubungan dengan pihak pemerintah dan masyarakat dengan mencukupi semua segmen dan formasinya berdasarkan keadilan, kebaikan agar mereka menjadi pusat referensi syariat Sunni
  3. Mendukung stabilitas seluruh negara-negara Asean dan mempertahankan persatuan negaranya dan berhati-hati dari berbagai pemikiran-pemikiran yang terbentuk oleh pemindahan revolusi ke seluruh negara muslim.
  4. Mendukung dan mendorong kerjasama ekonomi antara negara-negara Asean dan semua usaha pembangunan ekonomi yang mengarah pada kemerdekaan dan kecukupan dan pelepasan dari dominasi asing.
  5. Menolong Muslimin Rohingya dan membela hak-hak mereka dan berupaya dengan segala cara agar mereka dapat menetap di negerinya dan kembali pada kehidupan yang aman, dan kestabilan dalam sosial, ekonomi dan peradaban.
  6. Mendukung bangsa Palestina dalam usaha mereka untuk meraih seluruh hak-hak mereka yang sah dan mempertahankan Masjidil Aqsa serta memohon kepada negara-negara Arab yang Islam untuk melaksanakan janji-janjinya dalam membangun Gaza.
  7. Mendorong solidaritas terhadap bangsa Suriah untuk menyelamatkan mereka dari bencana kemanusiaan yang mereka hadapi dan menolak segala pencorengan bentuk jihad dan Islam yang telah dipraktikan oleh yang menamakannya dengan Negara Islam (ISIS-pen), mereka telah melakukan kekerasan, diantaranya mengkafirkan, berbuat kefasikan, dan membunuh tanpa dasar kebenaran. Dan menyarankan agar berhati-hati dalam menghadapi setiap usaha perpecahan kesatuan mujahidin. Dan juga harus menolak setiap intervensi Barat atau asing yang memiliki tujuan untuk memusnahkan muslimin di kawasan dengan dalil memerangi ISIS.

(Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara, 29 November 2014)

Ba’da Dhuhur, acara muktamar dilanjutkan kembali, dan selain undangan khusus yang disebarkan panitia, tidak diperkenankan mengikuti acara.

Konferensi Internasional di Qom

Konferensi Internasional di Qom

Anomali Pertama: Kok Tokoh NU dan Muhammadiyah Tidak Ada?

Seperti diketahui, NU dan Muhammadiyah adalah ormas terbesar di Indonesia, yang didalamnya banyak ditemukan para alim ulama. Sebut saja tokoh-tokoh seperti Kyai Said Aqil Siradj, Din Syamsuddin, Habib Luthfi Yahya, dll. Dari pantauan Liputan Islam, tidak ada seorang pun perwakilan kedua ormas tersebut yang hadir di acara muktamar. Bukankah forum ini hendak merangkul dan berupaya menjalin persatuan ummat Islam se Asia Tenggara?

Anomali Kedua: Mengajak Bersatu, Tetapi Tetap Menyerang Syiah, Ahmadiyah, dll.

Dalam sambutannya, wakil Ketua MIUMI mengajak para ulama se-Asia Tenggara untuk bersatu, dan di lain sisi, ia menekankan tentang bahaya Syiah. Hal ini berbeda dengan acara Konferensi Ulama Internasional yang baru-baru ini dilaksanakan di Qom, Iran. Dalam konferensi tersebut, sekitar 350 ulama Sunni- Syiah dari 80 negara sepakat bergandengan tangan, guna melawan ideologi Islam radikal yang kini tengah marak di dunia.

Hadir dalam konferensi tersebut, Kyai Alawi Al-Bantani (perwakilan PBNU). Dalam wawancara ini, Kyai Al-Bantani menyatakan bahwa Syiah adalah bagian dari Islam, namun ia meningatkan bahwa sesungguhnya musuh-musuh Islam tidak pernah berhenti untuk menghancurkan dan melemahkan kaum muslimin dan kejayaan Islam. Salah satu tipudaya musuh, menurut dia, adalah dengan menggunakan sentimen Sunni-Syiah.

Contoh artikel dakwatuna, mendukung pemberontak Suriah, disebut Mujahidin

Contoh artikel dakwatuna, mendukung pemberontak Suriah, disebut Mujahidin

Anomali Ketiga: Mengaku Moderat, Tetapi Mendukung Kelompok Teroris Transnasional

Hidayat Nur Wahid menyatakan Islam Asia Tenggara adalah Islam yang moderat, dan tidak penuh konflik. Hal yang disampaikannya tersebut, bertolak belakang dengan sepak terjang PKS pada umumnya.

Seperti diketahui, Presiden PKS Anis Matta, adalah seorang pengagum berat gembong teroris Al-Qaeda, yaitu Osama bin Laden.  Ia pernah membuat dan membacakan puisi untuk Osama pada tahun 2001 dalam acara Konser Amal “Indahnya Kebersamaan” dalam rangka Milad ke-11 Daarut Tauhid di Plenary Hall JHCC (Jakarta Hilton Convention Center), Jumat, 12 Oktober 2001 yang dihadiri sekitar 7000 hadirin.

Baru-baru ini, Anis juga menyebut bahwa respon dunia terhadap kelompok teroris ISIS adalah sesuatu yang lebay (berlebihan-red). “Kekuatan ISIS itu hanya 30.000 orang. Yang memusuhi 40 negara. Kalau dalam bahasa kita kan ‘lebay‘,” kata dia.

Dukungannya teradap ISIS juga tersirat dalam pernyataannya, yang memaparkan bahwa ISIS memiliki potensi untuk berkembang menjadi satu negara dengan melebur Suriah dan Irak. “Kedua negara tersebut, apabila disatukan akan memiliki kekuatan yang besar, utamanya pada dua aspek yakni Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA),” jelasnya.

Sejak konflik Suriah meletus, PKS adalah salah satu pendukung pemberontak di Suriah, yang aktif menggalang dana dengan mengadakan roadshow di berbagai kota. Selain itu, kader-kader partai ini juga sangat aktif menyebarkan propaganda/ manipulasi informasi di dunia maya, baik melalui website, atau melalui akun media sosial. (Kautsarynoor/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL