Roket Sejjil Ciptaan Iran

Roket Sejjil Ciptaan Iran

LiputanIslam.com – Tahun lalu, tepatnya pada Juli 2014, Israel diliputi kepanikan luar biasa tatkala sayap militer Hamas Brigade Izzudin al-Qassam menghujani wilayahnya dengan roket Sijjil, yang tak mampu dihalau oleh Iron Dome. Siapa sangka, kendati hidup di wilayah yang dibokade, front muqawwama secara menakjubkan mampu memproduksi roket tersebut dengan sempurna. Memang, Operation Protective Edge telah merengut ribuan jiwa rakyat Palestina, namun di sisi lain, pembalasan tanpa kenal lelah dari Hamas juga menjadikan Israel menyerukan gencatan senjata.

Pada akhirnya, Iran menjadi negara yang paling disorot. Pasalnya, roket Sijjil merupakan alutista ciptaan Iran yang telah mulai diperkenalkan sejak tahun 2008. Roket ini merupakan bagian dari ‘keluarga’ rudal balistik berbahan dasar padat, yang mampu menjangkau target hingga sejauh 2.400 km. Saat ini, Iran masih terus mengembangkan Sijjil, dan diperkirakan pada tahun 2017, Iran kembali akan meluncurkan seri Sijjil terbaru dengan jangkauan 4.000 km.

Kendati tidak ditemukan penjelasan yang mendetail, roket ini dinamai Sijjil berdasarkan kosakata dalam Al-Qur’an. Dalam surat Al-Fil, terdapat ayat yang berbunyi, ”tarmiihim bihijaaratin min sijjiil. Sijjil, yang berarti tanah yang terbakar, merupakan inspirasi lahirnya roket berkekuatan dahsyat yang membuat ciut nyali Israel.

Hal ini sekaligus menunjukkan adanya keterkaitan yang erat antara kalam Allah dengan pengembangan teknologi yang dilakukan negeri Mullah tersebut. Roket Sijjil, hanyalah satu dari sekian banyak teknologi mutkahir yang mampu diciptakan Iran berkat pemahamannya terhadap Al-Qur’an.

Lantas, bagaimana dengan kita?

Seminar Al-Qur'an dan alam semesta

Seminar Al-Qur’an dan alam semesta

Dr. Agus Purwanto: Ummat Islam Sibuk Berdebat Masalah Fikih

Saat ini mau tak mau harus diakui bahwa ummat Islam yang berjumlah 1,4 miliar ini, cenderung lebih sibuk memperdebatkan masalah fikih ataupun syariat, dibandingkan mengkaji lebih dalam ayat-ayat yang berhubungan dengan alam semesta. Hal inilah yang disampaikan oleh Dr. Agus Purwanto, D. Sc, Kepala Lab. Fisika Teori & Filsafat Alam ITS. Ia yang juga merupakan Visiting Profesor Universitas Hiroshima Jepang, hadir sebagai pembicara dalam seminar yang digelar  Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Shadra Jumat (27/2/2015), yang bertajuk “Al-Qur’an & Gagasan Alam Semesta.”

Dalam seminar ini Dr. Agus menyebutkan bahwa dalam al-Qur’an sendiri sebenarnya lebih banyak ayat-ayat tentang alam (kauniyyah) ketimbang ayat-ayat tentang fikih atau syariat. Ada 800 ayat kauniyyah, dan 160 ayat fikih. Tapi sayangnya, menurutnya umat Islam kurang fokus mengeksplorasi ayat-ayat alam ini.

“Saya sedih, kenapa kebanyakan umat Islam justru bicarakan yang ayat fikih, tapi kurang eksplor ayat-ayat kauniyyah, padahal ayat-ayat kauniyyah itu 5 kali banyaknya dari ayat-ayat fikih,” keluh Dr. Agus. “Tidak jadi kajian yang intens di kalangan Islam sendiri. Makanya wajar dunia Islam jadi tergantung pada asing.”

“Bukankah Allah sendiri dalam al-Qur’an telah menyebutkan bahwa ‘Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi?’ Dan melalui ayat-ayat kauniyahnya itu Dia ingin dikenal?” lanjut Dr. Agus.

“Kalau mau sempurna, jangan hanya sibuk mengkaji ayat-ayat syariat, tapi juga ayat-ayat kauniyyah. Karena di sinilah, kunci kemajuan dan kekuatan Islam,” pungkasnya.

IMG_8514Al-Qur’an Mukjizat Terbesar

Tidak seorang rasul pun yang diutus oleh Allah melainkan pasti dikuatkan dengan tanda-tanda berupa peristiwa alamiah serta mukjizat, yang menjadi bukti bahwa mereka dipercaya sebagai utusan Tuhan. Jika Nabi Musa as diberi mukjizat berupa kemampuan membelah lautan, Nabi Isa as mampu menghidupkan orang yang sudah mati, maka mukjizat terbesar yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad Saw adalah Al-Qur’an, mukjizat yang masih wujud dan dapat kita lihat, sentuh, baca dan dengar, dan Allah telah berjanji untuk memelihara dan melindunginya sehingga hari kiamat kelak.

Al-Qur’an yang merupakan kalam Allah, baik secara lugas maupun ekspilist telah menyediakan solusi atas berbagai permasalahan yang kita hadapi sehari-hari. Sayang sekali, selain berjibaku dalam perdebatan tanpa ujung terkait masalah-masalah fikih dan syariat, ummat Islam juga disibukkan dengan propaganda kebencian dan sekterian yang dihembuskan secara terstruktur, sistematis dan masif.

Tanya Jawab

Acara dilanjutkan dengan tanya jawab. Para peserta terlihat antusias dalam sesi ini. Berikut petikannya:

Penanya, “Kiamat menurut astronomi terjadi lama sekali, kalau dilihat dari usia bumi sedangkan dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa kiamat sudah dekat, bagaimana relevansinya?”

Dr. Agus menjawab,” Sampai hari ini belum bisa menjelaskan kiamat kapan terjadi sampai ada kehebohan pada beberapa waktu lalu, penemuan partikel tuhan. Kasus partikel tuhan itu sendiri mencerminkan bahwa ilmuwan masih gagal tentang partikel tuhan. Dan ilmuuwan belum bisa menjelaskan. Dan sebenarnya teori umur bumi 17 milyar masih belum final.

Penanya, “Apakah tidak sekedar klaim bahwa kejadian alam sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an ?”

Dr. Agus menjawab,” Ini perdebatan klasik, Asyari yang mengatakan seperti itu. Kebebasan al Asyariyah untuk mejelaskan kekuasaan Tuhan, bahwa Tuhan bisa memasukkan orang beriman ke neraka dan memasukkan kafir ke dalam surga. Kalau Tuhan melakukan itu, maka artinya Tuhan tidak melanggar hukum, karena Tuhan itu adalah hukum itu sendiri. Sepanjang kitab suci tidak berubah maka Allah akan dibatasi oleh janji-janjinya sendiri.”

Penanya, “Kisah tentang bulan terbelah pada zaman Rasulullah Saw, pandangan astronomi dan ahli fisika tentang ini?”

Dr Agus menjawab, “Apakah itu tidak sekedar klaim, tidak bisa dipungkiri bahwa Islam sering melakukan klaim ketika memasukkan wahyu sebgai informasi dan gagasan. Contohnya, surat An-Nahl.”

Penanya, “Grafitasi yang digagas oleh Newton adalah grafitasi Newton – yang digagas oleh Ibnu Sina, apakah mungkin Newton terinspirasi atas gagasan Ibnu Sina. Apakah di dalam Al-Qur’an ada pembahasan tentang grafitasi?”

IMG_8505Dr. Agus menjawab, “Itu memang bisa dicurigai sebagai gagasan Ibnu Sina. Saat ini, saya belum menemukan pembahasan grafitasi. Belum ketemu.”

Penanya, “Al-Qur’an dan gagasan alam semesta, bagaimana Al-Qur’an menyikapi pemahaman bahwa penemuan ilmuwan itu sudah ada dalam Al-Qur’an?

Dr. Agus menjawab, “Apakah sains ilmu mencocok-cocokkan? Tidak. Hal inilah yang kita sebut sebagai saintific miracle. Contohnya besi. Jumlah nomor atom (jumlah proton dalam inti) besi adalah 26. Sedangkan dalam Al Qur’an surat Al-Hadid yang berarti besi terdapat ayat yang menceritakan tentang besi yaitu di ayat ke 25. Semua surat dalam AL Qur’an (kecuali satu surat) dimulai dengan basmalah, dan ia dipandang oleh banyak ulama sebagai ayat. Jika basmalah dihitung sebagai ayat, maka ayat yang menyebutkan kata “besi” berada pada nomor 26, angka yang sama dengan jumlah nomor atom besi. Surat AL Hadid sendiri terdiri atas 29 ayat, tetapi ditambah dengan basmalah, jumlah seluruh ayatnya menjadi 30, angka yang sama dengan jumlah neutron dalam besi.” (Rizky)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL