foto: id.theasianparent.com

foto: id.theasianparent.com

Idul Fitri adalah hari syukuran atas keberhasilan kita melewati ibadah Ramadhan. Selama bulan Ramadhan, kita ditempa dengan haus dan lapar, menahan hawa nafsu, menahan lidah dan pandangan. Namun, ironisnya, justru untuk menghadapi Idul Fitri, pengeluaran keluarga jadi melonjak tajam. Bila memang ada uangnya, mungkin tidak masalah. Namun, bila sampai berutang atau memberatkan diri, tentu sangat kontradiktif dengan semangat Ramadhan.

Bagaimana tipsnya agar kita bisa mengontrol pengeluaran menjelang Idul Fitri? Menurut perencana keuangan syariah, Ahmad Gozali dalam bukunya “Puasa Kok Boros?”, penyebab belanja yang berlebihan dan membuat anggaran kita jebol menjelang Idul Fitri adalah adanya Impulsive Buying atau Belanja Impulsif. Belanja Impulsif adalah belanja tanpa adanya rencana dan anggaran sebelumnya. Belanja Impulsif lebih didorong oleh faktor emosional. Membeli sesuatu tidak dengan pertimbangan logika lagi namun sudah melibatkan emosi dan spontanitas.

Sebagai contoh, niat awal kita hanya ingin membeli kue kering di supermarket terdekat. Namun, ketika kita melihat ada diskon pakaian, seketika kita memutuskan untuk membeli pakaian dengan pertimbangan “mumpung lagi ada diskon”.

Karena itu, ada baiknya kita mengikuti Tips berikut ini.

1. Hindari belanja impulsif dengan cara berbelanja dalam kondisi tubuh segar. Karena, belanja impulsif disebabkan oleh faktor emosional, misalnya rasa lapar, ngantuk dan lelah.

2. Buatlah anggaran belanja dengan rinci. Dengan adanya anggaran belanja yang disesuaikan kebutuhan, kita jadi memiliki tolak ukur apakah kita sudah masuk dalam zona boros atau tidak. Setelah menyusun list daftar belanja, hitung pendapatan dana yang tersedia. Usahakan belanja di bawah uang yang tersedia supaya selalu ada dana cadangan untuk hal di luar dugaan.

3. Belanjalah sendirian. Belanja bersama keluarga atau sahabat memang menyenangkan, selain dapat memberikan masukan dan saran, semangat berbelanja anda juga menjadi lebih meningkat. Namun perlu diingat, selera Anda dan mereka tidaklah sama, sehingga terkadang anda terpengaruh dan akhirnya keluar dari list daftar kebutuhan yang telah dibuat.

4. Gunakan Uang Tunai. Jangan biasakan berhutang dengan kartu kredit karena nafsu belanja akan sulit terkontrol. Bawa uang sesuai keperluan (sesuai daftar belanja) dan disiplinlah.Namun anda juga harus ekstra hati-hati, uang tunai yang terlalu mencolok dimuka umum akan mengundang resiko kejahatan.

5. Jangan Terlalu Mengikuti Trend. Tahanlah diri. Meski tetangga punya toples baru, taplak meja baru, kalau anggaran kita tidak mencukupi, janganlah terpengaruh dan ikut-ikutan membeli. Jangan tergoda oleh kata ‘sudah bosan’ atau ‘model ini sudah ketinggalan zaman.’ Ingat, inilah gunanya puasa, melatih kita untuk menahan nafsu, termasuk nafsu mengejar mode. (dw)
DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL