Ali dan Murid-muridnya

Ali dan Murid-muridnya

LiputanIslam.com — Ali Mohammadian, adalah seorang guru di sekolah dasar Sheikh Shaltoot Marivan, sebuah kota yang dihuni oleh etnis Kurdi, di bagian barat Iran. Ia mendadak menjadi ikon solidaritas yang terkenal ke seluruh penjuru dunia, atas aksi yang ia lakukan bersama murid-muridnya: menggunduli rambut. Apa yang menyebabkan Ali melakukan itu?

Dari laporan The Guardian, awalnya ada seorang siswa di sekolah itu, namanya Mahan Rahimi, yang terintimidasi oleh bullying yang dilakukan teman-temannya. Mahan menderita suatu penyakit, yang menyebabkan rambutnya harus dibabat habis. Sampai di sekolah, ia pun diejek.

Sebagai seorang pendidik, Ali segera bertindak. Ia menggundul rambutnya, dan lantas memposting fotonya bersama Mahan di Facebook. Ia menunjukkan perhatian dan kepeduliannya sebagai seorang guru atas musibah yang menimpa muridnya.

“Mahan, ia terisolasi dari pergaulannya karena ia botak. Senyum telah menghilang dari wajahnya, dan saya khawatir akan prestasinya di kelas. Itulah sebabnya saya menggunduli rambut, agar ia bisa kembali seperti sedia kala,” tulisnya.

Postingan itu mendapatkan banyak like dan di-share oleh netizen. Media Iran pun mewawancarai dan mengundang keduanya untuk datang ke Teheran, dan ia bertemu dengan Menteri Pendidikan Iran, Ali Asghar Fani.

Aksinya itu juga mendapat pujian dari Presiden Iran, Hujjatul Islam Hassan Rouhani. Ia menawarkan bantuan keuangan untuk Mahan agar terus bisa berobat. Dokter di Teheran mengatakan bahwa Mahan menderita suatu penyakit yang menyerang kekebalan tubuhnya. Saat ini, paramedis Iran telah mengirimkan sampel ke Jerman untuk melakukan diagnosis lebih lanjut.

Alhasil, bullying terhadap Mahan pun berhenti. Dan bahkan, kini hampir semuanya di sekolah tersebut berniat untuk menggundul rambutnya.

“Teman-teman sekelas Mahan kini telah mendukungnya, dan akan berusaha untuk mengembalikan kembali senyum di wajahnya,” jelas seorang guru di sekolah itu.

Ketika dunia pendidikan semakin marak dengan bullying, Ali hadir dan mengajarkan tentang solidaritas. Ia tidak menghukum siswa-siswa yang mem-bully Mahan, sebaliknya, ia mampu melakukan hal menyentuh yang membuat anak didiknya menyadari pentingnya kepedulian kepada sesama.  Semoga saja, teladan Ali mengilhami. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL