brotherhood-in-islamLiputanIslam.com — Dalam rumah tangga hal yang paling didambakan adalah lahirnya buah hati dari cinta kasih sepasang suami dan istri. Anak bisa memberikan suasana dan harapan yang baru dalam rumah tangga.

Sebelum lahir ke dunia, segala sesuatunya disiapkan dengan penuh kebahagiaan, wajah penuh binar, mata yang begitu bersinar, tanpa keluh kesah menantikan kelahiran anak pertama. Mulai dari pakaian, tas, tempat tidur, alat mandi,mainan, kamar, sepatu, bahkan mungkin alat makan pun serba baru telah disiapkan oleh sang ibu. Begitu lahir semuanya menyambut dengan kebahagiaan. Canda tawa, tangisan menjadi satu saking bahagianya. Itulah anak pertama.

Anak pertama biasanya dalam sebuah keluarga menjadi anak yang paling disayang dan dicintai oleh ayah dan ibunya. Mungkinkah ini benar? Ya mungkin saja karena merupakan buah hati pertama yang begitu dinanti-nantikan. Perhatian orang tuapun hanya tertuju pada dirinya. Bahkan segala keperluannya pun sebisa mungkin dipenuhi oleh orangtuanya. Orangtuanya pun berusaha agar selalu berada dekat dengan anaknya.

Jikalau nantinya anak pertama ini memiliki adik, maka dia akan mengalami hal yang sulit dan mungkin beranggapan bahwa adiknya nanti akan menjadi saingannya kelak. Baik dalam hal berbagi kasih sayang orang tua, maianan, pakaian, perhatian dan sebagainya. Karena sudah pasti bahwa orangtuanya akan berbagi dalam segala hal dengan adiknya. Nah sejak awal kelahiran adiknya, si kakak sudah termakan api cemburu dan mungkin dengan berjalannya waktu akan timbul rasa benci dan permusuhan terhadap si adik.

Jika demikian  halnya, maka perasaan tidak suka itu akan menguasai emosi dan psikisnya. Dan yang akan membuat lebih parah jika si adik mendapatkan perhatian yang lebih besar dari sang ayah atau sang ibu di mana si kakak kini kurang dipedulikan lagi.

Nah kalau sudah terjadi hal seperti ini, apakah sikap orang tua sudah berlaku adil terhadap anaknya? Dan apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi kecemburuan diantara anak-anaknya?

Rasulullah Saw bersabda,“Berlakulah adil dalam memberikan sesuatu kepada anak-anak kalian. Namun, jika aku ingin melebihkan pemberian salah satu dari mereka, anak perempuanlah yang aku akan lebihkan pemberiannya.”

Berikut ini adalah tips sederhana yang bisa dicoba untuk si kakak yang pencemburu, yang dikutip dari Ayahbunda.co.id.

  • Kenalkan adik sejak masih dalam kandungan dengan mengajak si kakak mengelus perut ibu, ‘bicara’ pada adik dan merasakan gerakan adik.
  • Saat memberi ASI, ajak kakak bermain di dekat Anda.
  • Minta kakak membantu menyiapkan hadiah untuk kakak di hari adik dibawa pulang dari rumah sakit.
  • Beri kesempatan kepada kakak untuk memamerkan mainan barunya kepada adik bayi.
  • Agar kakak tak merasa terancam sehingga menodai rasa sayangnya pada adik, upayakan tidak mengubah rutinitas harian kakak bersama Anda yang sudah dijalankan sejak sebelum adik lahir.
  • Jangan lewatkan untuk meluangkan waktu bermain bersama kakak, saat adik bayi tidur.

Semoga bermanfaat. (Junam Zahra/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL