Jakarta, LiputanIslam.com– Anda pasti pernah mengalami emosi berlebihan yang berada di luar kendali, baik itu marah, sedih, atau stres. Dan sayangnya, Anda tidak selalu memiliki orang lain untuk berbagi cerita.

Namun, menurut studi dari Michigan State University (MSU) dan University of Michigan, Anda dapat menemukan tempat untuk berbagi pada diri sendiri.

Menurut peneliti, biasanya ada dua cara yang digunakan orang saat merenungkan pengalaman mereka. Pertama, dengan pendekatan orang pertama, yaitu menjadikan diri sendiri sebagai orang pertama, misalnya dengan pertanyaan “Mengapa saya begitu stres?”, “Mengapa hal ini menimpa saya?”, “Mengapa mereka melakukan itu kepada saya?”.

Yang kedua, dengan pendekatan orang ketiga, yaitu menjadikan diri sendiri sebagai orang ketiga (orang lain), misalnya dengan pernyataan “Kamu akan baik-baik saja, mari pikirkan jalan keluar”, “Mari buktikan kalau kamu bisa”, “Kamu masih beruntung, banyak orang lain yang tak seberuntung kamu!”

Ketika para periset MSU meminta responden bereaksi terhadap pemicu emosi seraya mengawasi aktivitas otak mereka, para periset menemukan bahwa partisipan akan bereaksi kurang emosional saat mereka melakukan pendekatan kedua, yaitu menjadikan diri sendiri sebagai orang lain atau orang ketiga.

Kemungkinan, menurut peneliti, ini terjadi karena mengambil sudut pandang orang ketiga dapat membantu orang berpikir dengan lebih objektif.

“Cara ini dapat membantu orang mendapatkan sedikit jarak psikologis dari pengalaman mereka, yang seringkali berguna untuk mengatur emosi,” kata Jason Moser, profesor psikologi dari MSU, mengatakan dalam siaran pers.

Studi yang dilakukan oleh University of Michigan juga memantau aktivitas otak orang-orang yang terkait emosi dengan cara membuat mereka merenungkan pengalaman menyakitkan dari masa lalu.

Hasilnya, saat mereka berbicara pada diri sendiri sebagai orang ketiga, cara itu efektif mengurangi aktivitas di bagian otak yang terkait dengan pengalaman menyakitkan. Sehingga regulasi emosional menjadi lebih baik.

Jadi, ketika Anda berbicara dengan diri sendiri untuk sesuatu yang membuat sedih, marah, atau stres, jadilah orang ketiga untuk diri sendiri seperti berkata dalam hati “Kamu bisa melaluinya, mari pikirkan caranya!” (ra/kompas)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL