anak nakalLiputanIslam.com — Banyak orangtua yang menyangka kenakalan anaknya adalah sebuah petaka, khususnya usia balita hinga menanjak ke anak-anak. Hal ini sangat disayangkan oleh Luh Ketut Suriani, seorang psikolog ternama di Bali.

“Justru anak penurut di usia dini itu, bisa jadi calon pasien kami di dunia psikologi,” ujarnya.

Dikatakan oleh tokoh perempuan di Bali ini, bahwa usia 10 tahun pertama adalah masa emas pertumbuhan anak. Sehingga, jangan sekali-kali orangtua menghancurkan kreativitasnya hanya agar anaknya jadi penurut. Sebab hal ini akan berdampak buruk bagi anak, dalam pengembangan diri dan daya kreasinya.

“Dampaknya tentu anak itu akan tumbuh menjadi pribadi yang tertutup dan tidak mampu bersaing termasuk dalam mengutarakan pendapatnya,” tegas wanita berusia 70 tahun ini.

Anak bandel dan nakal adalah indikasi ia sedang dalam proses tumbuh kembang. Sehingga Suryani sangat mengharapkan peran orang tua, untuk meluangkan waktunya bercengkrama menanggai ocehan anaknya itu.

Lalu, bagaimana cara menghadapi anak yang nakal?

Untuk mengatasi kenakalan yang sering dilakukan anak, menurut psikolog dari Jagadnita Consulting, Clara Istiwidarum Kriswanto, Anda harus memilah mana perilaku yang Anda sukai dari anak, perilaku yang kurang disukai dan perilaku yang tak bisa ditoleransi. Buatlah, ketiganya dalam bentuk daftar. Lantas bagaimana caranya untuk mengurangi perilaku buruk pada anak? Agar perilaku buruk alias kenakalan yang dilakukan si buah hati bisa diminimalisasi, Clara mengatakan ada beberapa tips yang perlu dilakukan orang tua. Saat anak Anda berbuat nakal, maka Anda harus mengabaikannya.

”Memarahinya, justru akan membuat si anak merasa diperhatikan,” katanya.

Anda pun disarankan untuk menoleh ke arah lain, saat si anak menjadi-jadi. Menurut Clara, Anda pun bisa mengubah subjek pembicaraan dan memusatkan perhatian kepada hal lain. Malah, Anda pun harus memutuskan kontak mata. Saat Anda mengabaikan si buah hati yang tengah nakal, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Saat mengabaikannya, ekspresi wajah Anda harus tenang dan netral.

”Tak perlu marah-marah, justru si anak akan senang jika Anda marah,” tuturnya.

Masalah waktu pun sangat penting. Anda harus mengabaikannya, begitu si anak melakukan kenakalan. Namun, jangan lupa untuk menyampaikan pujian sesegera mungkin, apabila si anak telah menunjukkan perilaku positif seperti yang Anda inginkan.

”Saat Anda mengabaikan si anak, jangan pernah melakukan kontak mata.”

Tubuh Anda pun disarankan untuk tak menghadap ke arah anak. Selama mengabaikan, hindarkan mengucapkan kata-kata, isyarat atau desah jengkel.

Bagaimana bila melakukan tindakan yang fatal di luar batas toleransi? Clara menyarankan untuk mengatasinya dengan menyampaikan perintah. ”Anda bisa melakukan teknik piringan hitam rusak,” papar Clara. Saat anak Anda malas membuat PR, maka Anda bisa memberinya perintah dengan kalimat berulang-ulang. Misalnya, ”Pokoknya, Mama ingin lihat kamu kerjakan PR.”

Saat si anak membantah dan mengatakan, ”Tapi Ma, aku malas.” Anda harus terus mengulang kalimat Anda hingga si anak mau mengerjakannya. Selain itu, jika tindakan anak sudah melampaui batas, Anda bisa membawa masalah tersebut dalam pertemuan keluarga. Bahkan, bila perlu Anda bisa menyetrapnya. Namun, dalam menyetrap harus dilakukan di tempat yang aman dan sesuai kemampuan anak.

Saat Anda membatasi si anak untuk tidak melakukan tindakan yang melampaui batas, maka ungkapkanlah perintah dengan kalimat positif.

”Jangan sekali-kali mengucapkannya dengan kalimat negatif, karena itu akan membuat anak tertantang.”

Kalimat perintah pun harus disampaikan secara sederhana, jelas, dengan ekspresi serius. Setelah Anda menyetrap anak, jangan pernah menguliahinya dan marah pada si buah hati. Selain itu, Anda pun tak perlu merasa bimbang. ”Semuanya harus dilakukan dengan konsisten, agar memberi hasil.” (ba/tribunnews/republika)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL