dagJakarta, LiputanIslam.com- Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa daging olahan seperti bacon, ham, sosis, dan jenis lainnya dapat memicu kanker. Namun, sayangnya, tak semua orang dapat menghindari memakan daging olahan sama sekali.

Bila Anda juga kesulitan menghindarinya, konsumsilah dalam jumlah tepat, agar daging olahan tak berubah menjadi racun bagi tubuh.

Secara teknis, satu porsi daging olahan yang sebaiknya dikonsumsi per hari adalah 15 gram. Katakanlah itu bacon, maka satu porsi bacon ialah sekitar 1 slice, tergantung seberapa panjang dan tebal irisan, kata Caroline Barat Passerrello, juru bicara Akademi Nutrisi dan diet.

Tetapi karena bacon mengandung lemak yang menghasilkan rasa yang lezat, orang biasanya makan lebih banyak dari ukuran porsi. Empat atau tujuh iris daging asap seringkali jadi menu sarapan.

Bila protein yang menjadi sasaran Anda, daging olahan sebenarnya bukan jawaban. Sehingga, mengonsumsinya lebih dari satu porsi per hari lebih berbahaya ketimbang manfaat.

“Meskipun berasal dari hewan dan memiliki kandungan protein, daging olahan benar-benar berlemak,” kata Passerrello.

“Lemak daging merah, khususnya daging olahan tidak sama dengan lemak sehat seperti alpukat. Daging olahan memang mengandung beberapa lemak tak jenuh tunggal, tapi hal yang baik itu juga datang bersama dengan jumlah lemak jenuh, Kolesterol, dan sodium yang amat tinggi.”

Jadi, daging olahan sebenarnya hanya aman bagi orang-orang yang tidak memiliki penyakit jantung dan bergerak cukup aktif, selain itu, bisa berisiko.

Passerrello menambahkan, Anda bisa mendapatkan protein dari makanan lain yang rendah lemak dan Kolesterol, tapi ia mengatakan bahwa kepuasan dan kesenangan yang berasal dari daging patut memperhitungkan.

“Anda mungkin tidak akan mendapatkan perasaan “puas” bila mengganti daging dengan ayam misalnya,” paparnya.

“Namun, dapatkan kepuasan itu dari daging segar, bisa dibilang itu jauh lebih baik selama Anda tetap aktif bergerak. Hanya pertimbangkan bahwa daging merah segar tetap memiliki sifat karsinogenik, menurut WHO.”

Saran umum, mari tak terpaku pada satu jenis makanan, seperti daging olahan, kata Passerrello. Variasikan makanan Anda untuk mendapatkan gaya hidup yang lebih sehat. (ra/kompas)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL