1721512ayah-1780x390Jakarta, LiputanIslam– Pada umumnya orang akan membayangkan sosok ibu ketika ditanya figur orangtua yang mengasuh. Padahal, ayah di era modern ini mengambil peran tak kalah besar dalam membesarkan anak-anaknya.

Banyak anak yang lebih memilih ibu mereka, terutama anak yang masih kecil, karena adanya ikatan fisik yang kuat selama 9 bulan sebelum dilahirkan.

Memperingati Hari Ayah internasional, rasanya penting untuk mengingat kembali bahwa peran ayah sama bernilainya dalam pertumbuhan fisik, emosional, dan intelektual, seorang anak.

Seorang anak memang akan tumbuh menjadi pribadi yang dewasa dan lebih kuat dengan kehadiran orangtuanya secara lengkap. Anak butuh ayah karena sosok ayah memberikan sesuatu yang berbeda dari ibunya. Anak laki-laki menjadikan ayahnya panutan agar mereka bisa berperilaku sebagai seorang laki-laki. Sementara anak perempuan melihat ayah mereka sebagai contoh untuk bersosialisasi dengan dunia pria.

Anak lebih cerdas
Penelitian membuktikan bahwa ayah, atau kehadiran ayah, dalam tumbuh kembang anak sangat penting. Seorang anak yang ayahnya yang terlibat dalam pengasuhan, memiliki kompetensi kognitif (fungsi otak) dan lebih berhasil dalam akademiknya. Selain itu, anak-anak juga akan lebih menikmati sekolah serta aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler.

Minim masalah perilaku
Selama bertahun-tahun, penelitian menunjukkan, anak yang memiliki ayah yang baik akan tumbuh menjadi anak yang tidak terlalu agresif, memiliki kepercayaan diri yang baik, serta gangguan perilaku yang lebih rendah.

Anak yang tumbuh dalam peran aktif ayahnya dalam pengasuhan juga akan lebih tahan menghadapi stres dan frustasi, serta kemampuannya menyelesaikan masalah dan beradaptasi lebih baik.

Anak-anak yang tumbuh dengan kehadiran ayahnya di rumah juga lebih jarang mengalami masalah emosional yang menyebabkannya melakukan kekerasan di usia dewasa.

Memengaruhi hubungan anak kelak
Ayah merupakan role model untuk anak-anaknya, dan cara mereka memperlakukan istrinya, ibu dari anaknya, berpengaruh pada kehidupan anak di masa depan.

Penelitian membuktikan, anak laki-laki yang ayahnya kurang respek pada istrinya akan tumbuh menjadi anak yang lebih agresif pada perempuan, sementara pada anak perempuan akan cenderung terjebak dalam hubungan tidak sehat dengan pria.

Jika peran ayah tidak ada
Jika kita membicarakan pentingnya seorang ayah, mungkin akan lebih jelas jika kita mengetahui apa yang terjadi ketika peran ayah tidak ada.

Dari sudut pandang ekonomi, anak yang tidak memiliki ayah cenderung lebih miskin secara ekonomi dibandingkan dengan anak yang orangtuanya lengkap.

Bagi anak perempuan, ketiadaan figur ayah berkaitan dengan risiko anak menikah muda. Ayah memiliki fungsi sebagi pelindung, baik fisik atau emosional. Sebagai sosok orang yang kuat secara tradisional, ayah berperan sebagai pelindung dari semua ancaman yang mungkin dialami anak, misalnya bullying atau kekerasan. (ra/kompas.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL