LiputanIslam.com — Akhlak Baik dan Akhlak Buruk

Mengenai defenisi akhlak, para ahli berkata, Akhlak adalah sifat dan keadaan yang mendarah-daging dalam diri, sehingga badan tidak perlu berpikir untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang keluar darinya. Oleh karena itu, akhlak termasuk sifat diri yang tetap. Terkadang juga kata akhlak dialamatkan kepada perbuatan-perbuatan tersebut. Sebagai contoh, berkata benar dan berkata dusta disebut sebagai akhlak baik dan akhlak buruk.

mengaji

Sumber: Einsteinblog

Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang semua manusia di setiap zaman dan setiap tempat bersepakat tentang kebaikan atau keburukannya, dan akal sehat manusia dapat memahami kebaikan atau keburukannya. Dari sisi sebagai manusia, manusia memandang dirinya harus mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan menjauhi perbuatan-perbuatan yang buruk.

 

Islam memandang ruh manusia sebagai permata berharga yang terbebas dari materi dan berasal dari alam malakut, yang tentunya menginginkan nilai-nilai luhur kemanusiaan, yaitu akhlak-akhlak utama. Ruh manusia memahami keutamaan akhlak-akhlak yang baik dan mendapati kesesuaiannya dengan kesempurnaan jiwanya dan menginginkannya. Ruh manusia memandang akhlak yang baik sebagai kesempurnaan bagi manusia dan menetapkan bahwa ia harus mengamalkannya.

Jika manusia kembali kepada fitrah sucinya dan berpikir secara baik jauh dari hawa nafsunya niscaya ia akan dapat memahami akhlak-akhlak utama dan akhlak-akhlak yang buruk. Seluruh manusia memiliki kemampuan pemahaman yang seperti ini, namun jika ditemukan ada sebagian manusia yang tidak memiliki kemampuan pemahaman yang seperti ini maka dapat dipastikan cahaya akalnya telah dipadamkan oleh hawa nafsunya.

Secara umum, akhlak dapat dibagi kepada dua kelompok: akhlak baik dan akhlak buruk. Masing-masing dari keduanya ini pun terbagi lagi ke dalam dua kelompok: akhlak individu dan akhlak sosial. Di sini, secara singkat saya akan memberikan penjelasan tentang keduanya.

 

Akhlak Baik

Akhlak baik individu seperti: mengingat Allah, tawakal kepada-Nya, merasa ridha dan menerima dengan apa yang Allah ridhai, melakukan perbuatan dengan ikhlas untuk Allah, optimis, sabar, sifat tidak butuh kepada selain Allah, berani, teguh, ulet, tegas, ketenangan dan ketenteraman jiwa, dan sifat-sifat lain yang seperti ini.

Adapun akhlak baik sosial ialah tingkah laku yang baik, perkataan yang baik, rendah hati, menghormati orang lain, berkorban, membela orang-orang yang teraniaya dan orang-orang yang lemah, menginginkan kebaikan, berbuat kebajikan kepada orang lain, amanah, menepati janji, berkata benar, menjaga rahasia, bersikap lembut, menutupi aib orang lain, berbuat baik kepada kedua orangtua, berbuat baik kepada anak, menyambung tali silaturahmi, menjaga hak dan kewajiban antara suami istri, berusaha memenuhi kebutuhan orang-orang mukmin, peduli terhadap urusan kaum Muslim, berlaku baik kepada tetangga, menjaga hak-hak orang lain, memberikan manfaat kepada masyarakat, bersikap pemaaf, dan sifat-sifat lain yang seperti ini.

Akhlak Buruk

Akhlak buruk individu adalah riya, hasud, marah, jiwa yang labil, putus asa, cemas, cinta dunia, cinta kedudukan dan ketenaran, takut, rakus, tamak, merasa tidak aman dan tidak ada ketenangan jiwa, peragu, tidak merasa puas dengan apa yang Allah berikan, lemah tekad dan keinginan, dan yang semacamnya.

Adapun akhlak buruk sosial ialah panjang lidah, perilaku kasar, sombong, meremehkan orang lain, zalim, tidak membela orang-orang lemah dan tertindas, niat buruk, menyakiti orang lain, khianat terhadap amanah, melanggar perjanjian, berkata dusta, menyebarluaskan aib orang lain, mencari-cari kesalahan orang lain, berperilaku buruk terhadap ayah dan ibu, berperilaku buruk terhadap anak, memutus tali silaturahmi, menyakiti tetangga, tidak menjaga hak-hak suami istri, tidak peduli terhadap urusan kaum Muslim, tidak melaksanakan kewajiban, kikir, mengadu domba, membantu orang zalim, menyebarluaskan fitnah, berbuat makar, menuduh, membicarakan orang lain (ghibah), berperilaku boros, menipu, dan lain sebagainya.

Yang disebutkan di atas hanya merupakan sekelumit dari akhlak-akhlak baik dan akhlak-akhlak buruk yang harus mendapat perhatian para pendidik.

Disalin dari website resmi Prof Ibrahim Amini (LiputanIslam.com/AF)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL