Pdan KLiputanIslam.com — Manusia, dan Kecenderungan-kecenderungan Hewani

Dari sisi sebagai hewan, manusia mempunyai kecenderungan-kecenderungan hewani yang bermacam-macam, yang bersumber dari insting-insting yang terdapat dalam dirinya. Manusia butuh kepada berbagai macam makanan dan minuman, mempunyai rasa lapar dan haus, merasa lezat dengan makan dan minum, merasa lezat dengan berbagai kelezatan seksual dan mencarinya, membutuhkan pakaian dan tempat tinggal, yang dengannya ia dapat menjaga dirinya dari panas dan dingin dan berbagai macam bahaya.

Dalam kebutuhan-kebutuhan ini manusia persis seperti hewan, hanya saja makanan, pakaian dan tempat tinggal hewan bersifat sederhana dan alami sementara makanan, pakaian dan tempat tinggal manusia bermacam-macam dan kebanyakannya tidak alami. Dengan memanfaatkan pengalaman dan ilmunya dan juga alam ini manusia menciptakan berbagai macam jenis makanan, pakaian dan tempat tinggal, supaya lebih dapat mengambil kelezatan darinya, dan telah keluar dari kebutuhan alaminya. Demikian juga dengan pemenuhan hasrat seksual, manusia telah keluar dari kebutuhan alaminya yaitu untuk melahirkan dan memperbanyak keturunan, dan telah berubah ke dalam bentuk pemujaan syahwat.

Untuk kesehatan dan kelangsungan hidupnya dan juga untuk menjaga kelangsungan keturunannya manusia memerlukan makanan, air, tempat tinggal dan pasangan, dan untuk memenuhinya manusia harus bekerja dan berusaha. Jika manusia menjaga keseimbangan dalam semua ini maka tidak akan muncul kesulitan dan ia akan mempunyai kehidupan yang bahagia. Akan tetapi, kecenderungan-kecenderungan hewani tidak mengenal batas dan ingin memenuhi kebutuhan-kebutuhannya secara bebas tanpa batas dan syarat. Jika kecenderungan-kecenderungan hewani ini bebas lepas, ia akan menawan diri insani dan menjerumuskannya ke dalam lembah kesengsaraan dan kehancuran.

Di sinilah, sifat-sifat hewani menampakkan wujudnya dengan jelas, seperti sifat rakus, memuja harta, boros, memuja kesenangan, zalim dan tidak adil, permusuhan, agresif, merampas harta, mencuri, menghina, meremehkan, hasud, dendam, memuja syahwat, sombong, memuja kedudukan, perang dan membunuh dan puluhan sifat-sifat buruk lainnya yang bersumber dari sifat egois dan memperturutkan kecenderungan-kecenderungan hewani.

Rasulullah saw telah bersabda, “Musuh terbesarmu adalah nafsumu yang berada di antara kedua pinggangmu.”[50]

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as berkata, “Waspadalah, jangan sampai syahwat menundukkan hatimu, karena pada mulanya ia memilikimu lalu pada akhirnya ia menghancurkanmu.”[51]

Imam Ali as juga berkata, “Keburukan terpendam pada diri setiap orang, Jika tuannya mampu menundukkannya maka ia bersembunyi dan jika tidak mampu menundukkannya maka ia menampakkan diri.”[52]

Beliau as juga berkata, “Kemenangan syahwat adalah sebesar-besarnya kehancuran, dan kemampuan mengalahkannya adalah sebaik-baiknya kepunyaan.”[53]

Oleh karena itu, para pendidik harus menjaga keseimbangan dalam memenuhi kecenderungan-kecenderungan hewani anak, dan memperingatkan mereka dari sikap ekstrim lemah (ifrâth) dan ekstrim kuat (tafrîth). Para pendidik harus memperhatikan makanan yang dibutuhkan, pakaian, tempat tinggal dan kesehatan anak didik supaya mereka tumbuh dengan sehat, namun mereka juga harus waspada jangan sampai makan dan minum dan pemenuhan berbagai kelezatan menjadi tujuan hidup bagi anak didik.

Disalin dari website resmi Prof. Ibrahim Amini (LiputanIslam.com/AF)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL