Foto: muslimdaily.net

Foto: muslimdaily.net

LiputanIslam.com — Agar anak tidak terpengaruh efek negatif dari televisi, berlakukan aturan menonton televisi yang benar bagi anak-anak. Sebab, kalau pandai-pandai memilih, sebenarnya banyak tayangan berguna yang bisa memperkaya wawasan dan imajinasinya.

1. Gunakan child lock. Fitur ini sudah bisa ditemukan di banyak televisi produksi baru. Dengan mengaktifkannya, Anda bisa mengontrol channel apa saja yang bisa dinikmati oleh anak-anak ketika Anda sedang tidak bisa mengawasi mereka.

2. Batasi waktu menonton. Menonton televisi adalah kegiatan pasif yang kurang membuat otak terstimulasi. Begitu menurut Prof. Matt Sanders, direktur Parenting and Family Support Centre di University of Queensland. “Jika anak-anak terlalu banyak menghabiskan waktu menonton televisi, mereka akan kehilangan kesempatan untuk belajar melalui kegiatan interaktif,” ujarnya.
Berapa lama anak-anak boleh nonton televisi dalam sehari? Menurut Sanders, di usia 7-11 tahun masih bisa menonton televisi maksimal 21 jam selama seminggu. Itu berarti 3 jam sehari, yang idealnya dipecah menjadi tiga sesi.

3. Pilih program yang sesuai. Membatasi durasi menonton tidak akan efektif membentengi anak dari pengaruh negatif televisi, apabila dia tetap memilih program yang tidak sesuai dengan usianya. Untuk mengatasinya, Anda bisa memilih channel khusus anak-anak yang disediakan oleh sejumlah penyedia layanan televisi berlangganan. Berbagai program yang ditayangkan dalam channel khusus anak tersebut pada umumnya sudah melewati seleksi yang cukup ketat sehingga bisa menghibur sekaligus mengedukasi anak-anak.

4. Dampingi anak saat menonton. Meski sudah tersedia program televisi yang sesuai usianya, terkadang anak ikut menonton tayangan yang membutuh­kan bimbingan dari orang dewasa. Misalnya ketika ikut menonton tayangan berita bersama orangtuanya.

5. Beri penjelasan bila anak terlanjur menonton. Ups! Anak Anda kecolongan nonton film horor yang banyak adegan kekerasannya. Jika demikian, berikan penjelasan padanya bahwa itu semata-mata adalah wujud imajinasi pembuat film, dan tidak ada di dunia nyata. Katakan bahwa jika lain kali dia melihat ada adegan kekerasan atau yang menjurus pada adegan ‘orang dewasa’, segera ganti channel ke program yang memang diperuntukkan bagi dirinya.

6. Buat kesepakatan. Selesai menyusun peraturan, buatlah semacam ‘gentlemen’s agreement’ dengan anak Anda bahwa dia berjanji akan mematuhinya. Jelaskan alasan yang membuat Anda membuat panduan menonton televisi tersebut. Jika tahu bahwa ini Anda lakukan demi kebaikannya, maka lebih besar kemungkinan dia akan menaati peraturan tersebut secara sukarela. Untuk memastikan peraturan telah diterapkan dengan baik, mintalah asisten rumah tangga Anda ikut mengawasi dan melaporkan hasilnya setelah Anda pulang kantor. (ba/LiputanIslam.com)

 

Disalin dari artikel http://www.parenting.co.id

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL