love 4

liputanislam.com — Wanita merupakan sumber kasih sayang dan perwujudan perasaan secara total. Kehidupannya selalu dipenuhi dengan kecintaan dan ketergantungan. Karenanya, ia selalu menginginkan orang lain menginginkan orang lain mencintai dirinya. Apabila dirasakan bahwa seseorang mencintainya, ia pasti akan bahagia.

Adapun kalau diketahui bahwa seseorang itu tidak mencintainya, ia akan merasa gagal dan frustasi. Dengan begitu, kita dapat mengatakan rumus terpenting dalam pernikahan adalah menampakkan kasih sayang.

Wahai tuan yang terhormat, sesungguhnya istri Anda mendapatkan kasih sayang dan kelembutan dai orang tuanya. Namun setelah mengikat janji suci pernikahan, ia berlepas diri dari semua itu dan menambatkan tali kasih sayang dan pengertiannya kepada diri Anda. Dalam benaknya, ia berharap di rumah Anda kelak dirinya dapat mereguk cinta kasih dan sayang Anda, sebagaimana yang ia dapatkan dari orang tuanya. Bahkan, dia berharap agar Anda mencintai dan mengasihnya lebih daripada cinta kasih kedua orang tuanya. Ia benar – benar sudah menyediakan dirinya untuk melayani Anda.

Kalau memang ingin menguasai hati istri demi menjadikannya taat, jujur dan setia hingga akhir hayat, juga menghendaki agar hubungan suami istri terus berjalan lancar dan perjalanan hidup keluarga senantiasa dibalut kasih sayang dan kebersamaan, Anda harus berusaha sekuat tenaga untuk menampakkan kecintaan dan perhatian kepadanya (istri Anda).

Kalau dia mengetahui bahwa dirinya bukanlah orang yangAnda cintai dan Anda tidak menyukai kehidupan bersamanya, maka ia akan menjadi pemalas dan selalu berusaha menjauhi Anda dan anak – anak. Dalam pada itu, keadaan rumah niscaya akan menjadi berantakan. Dirinya akan membatin “Mengapa saya harus bersusah payah bekerja demi seseorang suami yang tidak mencintai diri saya?”

Kalau seorang istri sudah berpikiran seperti itu, niscaya cinta kasih dan saling pengertian akan segera hilang dari kehidupan keluarga. Rumah kemudian berubah menjadi neraka jahanam yang siap melahap individu yang tinggal di dalamnya.

Perceraian amat mungkin terjadi dalam kehidupan bersama yang serba gersang ini. Terlebih kalau seorang istri sudah merasa jenuh tinggal di rumah suaminya dan bermaksud kabur. Seluruh kejadian tersebut merupakan tanggung jawab suami yang tidak berusaha menguasai hati isterinya

Allah Swt berfirman:

”Dan diantara tanda- tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-  istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cendrung kepadanya dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Seseungguhnya pada demikian itu benar- benar terdapat tanda- tanda bagi kaum yang berpikir.”

Imam Ja’far bin Muhammad as -Shadiq berkata, “Diciptakannya wanita dari laki – laki dikarenakan kecintaannya kepada laki – laki. Karenanya, cintailah istri kalian!” Dalam kesempatan lain, beliau mengatakan, “ Barangsiapa yang benar – benar mencintai kami, maka ia akan benar – benar mencintai wanita dan manisan. Rasulullah saw bersabda, “Setiap kali iman seseorang bertambah, bertambah pula kecintaannya kepada wanita”. Imam Ja’far as Shadiq berkata di antara akhlak para nabi adalah mencintai wanita”. Rasulullah Saw bersabda, “Ucapan seorang laki – laki terhadap perempuan bahwa ‘aku mencintai dirimu’ tidak akan hilang dari hati selamanya.”

Anda, wahai para suami, harus menunjukkan kecintaan kepada istri secara terus terang. Ungkapkanlah rasa itu kepadanya, baik ketika ada di hadapan Anda maupun tidak. Kalau sedang dalam perjalanan, sebaiknya Anda menuliskan selembar surat padanya yang menjelaskan tentang kegetiran Anda berpisah darinya. Jika suatu hari Anda bisa membelikan hadiah untuknya, lakukanlah jangan ditunda tunda. Kalau bisa menghubungi vie telepon ketika Anda sedang di luar rumah, maka lakukanlah.
Dikutip dari buku Hak Suami dan Istri karya Prof Ibrahim Amini (liputanislam/AF)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL