love77LiputanIslam.com–Mendapatkan uang untuk menafkahi keluarga bukan hal yang mudah. Semua itu memerlukan usaha yang keras, keseriusan, serta ketekunan sedemikian rupa. Dan seluruh pendapatannya tak lain ditujukan hanya untuk membahagiakan keluarganya. Namun, dalam hal ini ada satu hal yang penting; orang yang hatinya terkait dengan harta benda selalu mengharapkan penghargaan dan ucapan terimakasih saat dirinya berbuat suatu kebaikan untuk orang lain. Apabila itu didapatkannya, ia tentu akan semakin termotivasi untuk berbuat baik lebih banyak lagi.

Namun, jika tidak, keinginannya untuk berbuat baik itupun lenyap seketika. Dari mulutnya, kita akan mendengar ucapan seperti ini, “Saya telah mengeluarkan harta pribadi, namun seolah-olah mereka tidak peduli dan tidak mau berterimakasih. Mereka memang tidak pantas diberi dan dikasihani!”

Membalas kebaikan dan mengucapkan terimakasih kepada orang yang telah berbuat baik merupakan sifat terpuji dan termasuk salah satu rumus terbaik untuk beramal salih. Syarat yang digariskan Allah Swt bagi kelangsungan curahan nikmatnya adalah bersyukur. Dalam Al-Quran Allah berfirman,

“Dan( ingatlah juga ) tatkala Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih (Ibrahim:7)

Para nyonya yang terhormat! Suami Anda juga termasuk keturunan Nabi Adam as. Dirinya juga seorang manusia yang ingin dihargai dan senang mendengar ucapan terima kasih terlebih jika terlontar dari mulut Anda. Suami Anda ikhlas bekerja siang dan malam tanpa kenal waktu demi memenuhi kebutuhan hidup Anda yang menjadi kewajiban syariat dan akhlaknya. Dalam melakukan itu, ia merasakan kelezatan yang tiada taranya. Biar begitu, ia tetap menanti dan mengharapkan ucapan terimakasih serta penghargaan dari diri Anda yang dalam hal ini menikmati kedermawanannya. Jelas kebesaran diri Anda tidak berkurang sedikitpun kalau Anda berterimakasih padanya.

Perlihatkanlah kesenangan dan kebahagiaan Anda pada saat ia membelikan sesuatu untuk keperluan rumah tangga. Biasakanlah berterimakasih ketika ia membelikan pakaian, sepatu atau sesuatu yang lain untuk Anda dan anak-anak. Apabila ia membawa Anda yang jatuh sakit ke dokter, perlihatkanlah rasa penghargaan dan terimakasih atas perbuatannya itu.

Begitu pula jika ia menyiapkan tiket pergi ke suatu tempat tertentu yang menyenangkan dan menggembirakan Anda; janganlah usaha dan pemberiannya itu dipandang sebelah mata dan dianggap remeh. Ingat, hal itu ia usahakan dengan sekuat tenaga. Belailah hatinya dengan ucapan terimakasih. Jangan sampai Anda menyia-nyiakan kesempatan ini.

Kalau Anda tidak melakukannya, niscaya ia akan membatin, “Engkau begitu letih dan lelah demi menyenangkan mereka, namun tak sepatah katapun terlontar dari mulut mereka ucapan terimakasih atas apa yang telah engkau lakukan selama ini. Itu lantaran mereka tidak mengetahui nilai diri dan usahamu.” Kalau itu terjadi, maka suasana hangat yang sebelumnya menyelimuti hidup keluarga akan berubah menjadi dingin. Sebagai gantinya, kehidupan keluarga akan ditelan kabut cercaan dan pertengkaran.

Ketahuilah pengakuan dan penghargaan Anda terhadap perbuatan baik suami akan menambah kecintaan suami Anda. Selain itu, Anda akan dapat menjadi orang yang menenangkan dan membahagiakannya.

Imam Jafar bin Muhammad berkata: “(Sebaik baik wanita) adalah jika diberikan sesuatu kepadanya ia bersyukur, dan jika tidak, dia rela.”

Dalam kesempatan lain, beliau berkata: ”Tak ada seorang wanitapun yang berkata pada suaminya ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan darimu’, kecuali dihilangkan seluruh amal perbuatannya.”

Rasulullah Saw bersabda: “Mustahil seseorang dapat bersyukur kepada Allah apabila dirinya tidak bersyukur kepada manusia.”

 

Dikutip dari buku Hak Suami dan Istri karya Prof Ibrahim Amini (LiputanIslam.com/AF)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL